Andrie Yunus Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) masih menjalani perawatan intensif setelah menjadi korban penyiraman air keras.
Saat ini, korban dirawat di ruang High Care Unit (HCU) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.
Jane Rosalina Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS mengatakan, kondisi Andrie masih dalam tahap pemulihan intensif sehingga belum dapat dipastikan berapa lama proses perawatan akan berlangsung.
“Korban sedang ada di ruang high care unit dan itu tidak bisa kita pastikan berapa lamanya,” kata Jane saat ditemui awak media di Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, proses pemulihan korban kemungkinan akan memakan waktu cukup lama. Hal itu berkaca pada kasus penyiraman air keras yang pernah dialami Novel Baswedan mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menjalani perawatan.
“Kami juga tidak dapat mengonfirmasi berapa lamanya karena memang waktunya cukup panjang. Berkaca juga dari penanganan mata maupun kulit yang dialami oleh Novel Baswedan saja memakan waktu berbulan-bulan,” ujarnya.
Jane menjelaskan, pihak rumah sakit telah melakukan penanganan awal terhadap reaksi inflamasi yang muncul akibat paparan cairan asam, khususnya pada organ penglihatan korban.
“Dalam hal ini pihak rumah sakit sudah berhasil menangani setidaknya penanganan pertama terhadap kondisi dari adanya reaksi inflamasi dari adanya paparan cairan air keras atau cairan asam ke mata rekan kami Andrie Yunus,” jelasnya dilansir dari Antara.
Jane juga menepis informasi yang beredar di media sosial terkait kondisi mata korban. Menurutnya, kabar yang menyebutkan bahwa mata Andrie telah dicangkok tidak benar.
“Info yang beredar katanya mata Andrie dicangkok dan lain sebagainya itu salah. Kami dari KontraS mengonfirmasi bahwa itu salah berkaitan dengan treatment,” kata Jane.
Meski demikian, pihak KontraS belum dapat memberikan rincian lebih lanjut mengenai kondisi medis korban karena hal tersebut merupakan kewenangan pihak rumah sakit.
Jane menyebut Andrie kemungkinan akan menjalani sejumlah tindakan medis lanjutan yang tidak hanya berkaitan dengan mata, tetapi juga perawatan pada bagian tubuh lain yang terdampak paparan cairan asam.
“Andrie akan menjalankan sejumlah tindakan medis tidak hanya berkaitan dengan mata saja, berkaitan dengan kulit dan lain sebagainya. Tapi itu nanti jawabannya akan dikonfirmasi oleh pihak rumah sakit,” ujarnya. (ant/saf/ipg)









