Rabu, 7 Januari 2026

Masuk Sekolah di Musim Hujan, IDAI Ingatkan Orang Tua Waspada Penyakit Anak

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
ilustrasi seorang anak sedang sakit. Foto : Pixabay

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau orangtua, siswa, serta pihak sekolah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penyakit pada anak seiring masuknya periode sekolah yang bertepatan dengan puncak musim hujan di awal tahun 2026.

Curah hujan tinggi, kelembapan udara, serta meningkatnya aktivitas anak di sekolah dinilai berpotensi memicu penyebaran berbagai penyakit, seperti influenza, diare, demam berdarah, hingga risiko penyakit akibat banjir dan bencana hidrometeorologi.

Dokter Piprim Basarah Yanuarso Ketua Pengurus Pusat IDAI menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan anak harus menjadi prioritas utama di tengah aktivitas belajar mengajar yang kembali padat.

“Proses belajar di sekolah memang sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Namun, kesehatan dan keselamatan anak tetap harus diutamakan. Karena itu, IDAI menyampaikan sejumlah langkah pencegahan yang perlu dilakukan bersama,” ujar Piprim dalam keterangan tertulis, Selasa (6/1/2026).

IDAI mengingatkan orangtua untuk memastikan kondisi kesehatan anak sebelum berangkat ke sekolah. Anak dianjurkan memiliki status imunisasi yang lengkap sesuai usia, mendapatkan asupan gizi seimbang terutama protein hewani, cukup cairan, serta waktu tidur yang optimal.

“Jika anak mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, diare, atau terlihat lemas, sebaiknya diistirahatkan di rumah dan diperiksakan ke fasilitas kesehatan untuk mencegah penularan,” jelasnya.

Selain itu, IDAI menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini, termasuk etika batuk, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, penggunaan masker saat sakit, serta menghindari berbagi alat makan dan minum.

Pada musim hujan, risiko penyakit seperti demam berdarah dan leptospirosis juga meningkat. IDAI mengimbau penerapan langkah pencegahan seperti 3M Plus, memastikan lingkungan rumah dan sekolah bebas genangan air, serta membiasakan anak menggunakan alas kaki saat bermain.

Tak hanya aspek kesehatan, IDAI juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Orangtua dan sekolah diminta menjalin komunikasi intensif, memastikan data kontak darurat selalu diperbarui, serta mengenalkan prosedur evakuasi kepada anak.

“Orangtua juga disarankan menyiapkan tas siaga bencana untuk anak, baik di rumah maupun di sekolah, agar anak lebih siap menghadapi kondisi darurat,” kata Piprim.

Sementara itu, dr. Hikari Ambara Sjakti Sekretaris Umum PP IDAI menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam menjaga kesehatan anak di musim hujan.

“Kami berharap ada kerja sama yang kuat antara orangtua, sekolah, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah. Dengan upaya bersama, anak-anak tetap bisa belajar dan tumbuh optimal meski menghadapi tantangan musim hujan,” tegasnya.

IDAI juga mendorong sekolah untuk memastikan ketersediaan sarana cuci tangan, air bersih, toilet yang higienis, serta melakukan pembersihan dan disinfeksi rutin.

Pemerintah daerah diharapkan turut memperkuat fasilitas kesehatan, menjaga keamanan lingkungan sekolah dari banjir dan longsor, serta mengoptimalkan sistem peringatan dini.(faz/lta/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Rabu, 7 Januari 2026
28o
Kurs