Minggu, 1 Maret 2026

Media Pemerintah Iran Sebut Ali Khamenei Tewas Akibat Serangan AS-Israel

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran. Foto: Anadolu

Media Pemerintah Iran, Tasnim dan Fars News Agency yang terafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengonfirmasi Ayatollah Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran tewas dalam rangkaian serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel yang masih berlangsung di wilayah negara tersebut.

Melansir Al Jazeera, Minggu (3/1/2026), media Iran itu juga melaporkan putri dan menantu laki-laki Khamenei, serta cucunya turut menjadi korban dalam serangan tersebut. Tapi, hingga kini, belum ada pernyataan independen yang memverifikasi laporan tersebut dari pihak internasional.

Selain itu, Iran juga disebut mengumumkan masa berkabung selama 40 hari dan meliburkan semua kegiatan publik selama tujuh hari untuk memperingati wafatnya Ayatollah Khamenei.

Sebelumnya, Donald Trump Presiden AS lebih dulu mengklaim Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran telah tewas menyusul serangan militer yang dilakukan AS bersama Israel terhadap Iran. Namun, klaim tersebut langsung dibantah Pemerintah Iran.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Sabtu (3/1/2026) waktu setempat. “Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah meninggal,” tulis Trump dalam unggahannya.

Melansir laporan Anadolu, Trump menyebut kematian Khamenei sebagai bentuk keadilan, tidak hanya bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi warga AS dan masyarakat dunia yang menurutnya menjadi korban kebijakan pemimpin Iran tersebut.

Trump mengklaim operasi militer dilakukan dengan dukungan sistem intelijen dan teknologi pelacakan canggih AS yang bekerja sama erat dengan Israel. Namun, dia tidak mengungkapkan sumber informasi yang mendasari pernyataan mengenai kematian Khamenei.

Menurut Trump, serangan tersebut membuka peluang besar bagi rakyat Iran untuk “mengambil kembali negara mereka”. Dia juga menegaskan operasi militer AS, termasuk serangan bom yang disebutnya “presisi tinggi”, akan terus berlanjut selama masih dianggap diperlukan demi mencapai tujuan keamanan regional yang lebih luas.

Di sisi lain, Pemerintah Iran membantah keras klaim tersebut. Esmail Baghaei Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menegaskan bahwa Ali Khamenei dan Masoud Pezeshkian Presiden Iran dalam kondisi aman.

Baghaei menyatakan laporan mengenai tewasnya pemimpin Iran merupakan informasi yang tidak benar dan menegaskan bahwa pemerintahan serta militer Iran tetap menjalankan aktivitas sesuai rencana di tengah meningkatnya konflik.

Untuk diketahui, Trump sebelumnya mengumumkan dimulainya “operasi tempur besar” di Iran setelah Israel melancarkan serangan rudal pada Sabtu. Presiden AS menegaskan pemboman akan terus dilakukan tanpa henti sepanjang pekan ini atau selama masih diperlukan untuk mencapai target operasi.

Di tengah eskalasi konflik, media pemerintah Iran melaporkan serangan terhadap sebuah sekolah di wilayah selatan negara itu menewaskan sedikitnya 108 orang. Secara keseluruhan, korban tewas akibat serangan di berbagai wilayah Iran disebut telah mencapai sedikitnya 201 orang yang tersebar di 24 provinsi.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan ke sejumlah target Israel dan aset Amerika Serikat di berbagai negara Timur Tengah, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Yordania, Arab Saudi, dan Irak.

Pertukaran serangan tersebut memicu situasi keamanan kawasan semakin tegang. Sejumlah negara di Timur Tengah dilaporkan menutup wilayah udara (airspace) mereka untuk sementara waktu guna mengantisipasi risiko eskalasi konflik yang lebih luas. (bil/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Minggu, 1 Maret 2026
31o
Kurs