Selain patriotisme dan kegigihan, Menteri Kebudayaan menyoroti empati sebagai nilai penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Kemampuan untuk mendengarkan, memahami perspektif orang lain, dan menghargai perbedaan dinilai menjadi fondasi bagi tumbuhnya solidaritas serta semangat gotong royong.
Ia mengajak generasi muda untuk menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bersama, bukan sumber perpecahan. Melalui sikap saling menghormati, integritas, dan kerja sama, pemuda dapat berperan dalam menciptakan ruang kebudayaan yang inklusif serta memperkuat persatuan nasional.
“Berempati berarti bersedia mendengarkan, menghargai perbedaan, dan hadir untuk mendukung sesama. Dengan semangat gotong royong, integritas, dan kepedulian, generasi muda dapat meneruskan cita-cita Sumpah Pemuda sekaligus mengambil peran penting dalam memajukan kebudayaan Indonesia,” ungkap Fadli Zon.
Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan dan jajaran pejabat Kementerian Kebudayaan.
NOW ON AIR SSFM 100

