Minggu, 11 Oktober 2026

Menlu RI Hubungi Malaysia, Jelaskan Upaya Indonesia Tangani Karhutla

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Kabut asap di wilayah Malaysia imbas kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indonesia. Foto: Anadolu

Arrmanatha Nasir Menteri Luar Negeri (Menlu) RI mengatakan sudah menghubungi Mohamad Hasan Menteri Luar Negeri Malaysia, untuk menjelaskan langkah Pemerintah Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan.

Komunikasi itu dilakukan untuk menindaklanjuti pembicaraan telepon antara Prabowo Subianto Presiden RI dan Anwar Ibrahim Perdana Menteri Malaysia pada pekan ini, terkait kabut asap karhutla dari Indonesia yang berdampak hingga Malaysia dan Singapura.

“Ya kita sudah berkomunikasi dengan Malaysia, dari saya sudah berbicara juga dengan Menlu Malaysia, dan juga kita sudah jelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Indonesia seperti kita sudah menerjunkan lebih dari 60.000 personel, kita telah menerjunkan juga 48 helikopter dan pesawat untuk melakukan water bombing dan pengalihan cuaca,” kata Arrmanatha di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (10/10/2026) dikutip Antara.

Tata sapaan akrab Arrmanatha menyebut, karhutla di Sumatra dan Kalimantan memang masih menjadi tantangan yang dihadapi Indonesia. “Harapan kita ini segera akan reda, karena juga diperkirakan cuaca akan ada hujan,” ujarnya.

Sebelumnya, Anwar Ibrahim pada, Kamis (8/10/2026), menyampaikan telah menghubungi Prabowo untuk membahas karhutla di Kalimantan dan Sumatra. Menurut Anwar, kabut asap dari karhutla itu berdampak hingga wilayah Malaysia dan Singapura.

“Persoalan kabut asap memang mengkhawatirkan dan saya telah menghubungi Presiden Prabowo dan beliau setuju mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” kata Anwar.

Anwar juga menegaskan Malaysia siap membantu Indonesia dalam penanganan karhutla dan kabut asap lintas batas. “Kita menyatakan sejak beberapa minggu lalu, kesediaan kita memberikan apa pun kerja sama. Dan saya tahu ini mengkhawatirkan dan berdampak pada kesehatan rakyat,” ujarnya.

Selain itu, Anwar mengatakan telah memerintahkan Menlu Malaysia untuk menghubungi Sekretariat ASEAN. Tujuannya, agar digelar pertemuan tingkat menteri lingkungan hidup se-ASEAN untuk membahas khusus penanganan kabut asap.

Kabut asap itu sebelumnya membuat Malaysia menutup kegiatan sekolah di sejumlah wilayah pada Jumat (9/10/2026). Fadhlina Sidek Menteri Pendidikan Malaysia mengatakan, penutupan sekolah dilakukan di Johor, Melaka, Negeri Sembilan, Selangor, serta wilayah federal Kuala Lumpur dan Putrajaya. Kebijakan serupa juga diterapkan di Distrik Rompin, Pahang.

Penutupan sekolah tersebut membuat lebih dari dua juta pelajar harus tetap berada di rumah. Anwar mengatakan, situasi kabut asap yang memburuk perlu mendapat perhatian serius.

“Situasi kabut asap yang memburuk sangat mengkhawatirkan, terutama dampaknya terhadap kesehatan masyarakat,” kata Anwar seperti dikutip laporan Anadolu, Sabtu (10/10/2026).

Pemerintah Malaysia juga meningkatkan upaya penanganan, termasuk melalui operasi modifikasi cuaca atau penyemaian awan.

Bulan lalu, Malaysia melakukan operasi penyemaian awan selama tiga hari di Negara Bagian Sarawak bagian timur. Operasi itu dilakukan untuk menambah pasokan air bendungan sekaligus meredakan kabut asap di wilayah tersebut.

Sarawak merupakan negara bagian Malaysia di Pulau Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Indonesia. Malaysia juga telah meminta persetujuan Pemerintah RI untuk melakukan operasi penyemaian awan dengan memanfaatkan wilayah udara Indonesia.

Sementara itu, Kementerian Kehutanan Indonesia mencatat hampir 95 ribu hektare lahan terbakar sepanjang Juli. Hingga akhir Juli, total area yang terbakar secara nasional mencapai sekitar 202 ribu hektare.

Indonesia juga mencatat sekitar 175 ribu kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA sejak Agustus di wilayah terdampak karhutla.

Di sisi lain, Singapura yang berdekatan dengan wilayah terdampak tetap menggelar balapan Formula 1 akhir pekan ini. Penyelenggara menyatakan balapan tidak ditunda meski kabut asap masih terjadi. (ant/bil/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Minggu, 11 Oktober 2026
34o
Kurs