Rabu, 14 Januari 2026

Menlu RI Koordinasi dengan China Tangani Penculikan WNI di Perairan Gabon

Laporan oleh M. Hamim Arifin
Bagikan
Sugiono Menteri Luar Negeri. Foto: Kemlu RI

Sugiono Menteri Luar Negeri (Menlu) RI menyampaikan, pihaknya berupaya berkoordinasi dengan otoritas China dalam menangani kasus penculikan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi kru kapal ikan di perairan Gabon oleh bajak laut.

“Kami memantau terus perkembangannya, dan saya juga mencoba untuk berkoordinasi dengan Kedutaan Besar China,” kata Sugiono ditemui usai menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Koordinasi dengan pihak China dilakukan mengingat selain ada 4 WNI yang diculik bajak laut dalam insiden pada Minggu (11/1/2026) waktu Gabon tersebut, ada pula 5 WN China yang diculik.

Menlu RI melanjutkan, pihaknya terus berupaya mencari tahu kondisi WNI yang masih ditahan bajak laut, dan KBRI Yaounde telah diinstruksikan untuk terus memonitor perkembangan kasus penculikan ini.

“Saya memantau laporannya setiap jam, dan setiap ada pembaruan informasi,” kata Sugiono, seperti dilaporkan Antara.

Sebelumnya, Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong Kepala Staf Angkatan Laut Gabon menyatakan total 9 awak kapal WNI dan WN China yang diculik bajak laut dalam peristiwa tersebut.

“Kapal penangkap ikan berbendera Gabon, IB FISH 7, diserang bajak laut saat menangkap ikan sekitar 7 mil laut tenggara Equata di perairan Gabon,” kata Meyong, sebagaimana ditayangkan televisi Gabon 24, Senin (12/1/2026) waktu setempat.

Dia bilang, situasi saat ini sudah terkendali di tingkat pemerintahan tertinggi, dan semua langkah yang diperlukan telah diambil demi memastikan keamanan maritim.

Merespons insiden tersebut, Heni Hamidah Plt. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI mengatakan, KBRI Yaounde telah berkoordinasi dengan otoritas setempat serta pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat upaya penyelamatan awak kapal yang diculik.

Dalam keterangan tertulis yang telah dikonfirmasi, Selasa (13/1/2026), Heni juga memastikan KBRI Yaounde telah meminta informasi terbaru terkait kondisi kesehatan para WNI awak kapal yang terdampak pembajakan, khususnya yang lolos dari penculikan oleh bajak laut.

Heni menambahkan, KBRI Yaounde juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa penanggung jawab tetap melaksanakan semua hak ketenagakerjaan yang dimiliki para ABK WNI maupun keluarganya. (ant/ham/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Rabu, 14 Januari 2026
27o
Kurs