Arifah Choiri Fauzi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menegaskan anak penyandang disabilitas tidak meminta perlakuan istimewa, melainkan kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi di tengah masyarakat.
” Dalam Peringatan Hari Anak, kami memfasilitasi apa sesungguhnya keinginan dari anak-anak penyandang disabilitas. Mereka tidak meminta perlakuan istimewa, mereka hanya ingin didengar, diterima, dihargai, dan dilindungi, serta diberikan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang,” kata Arifah saat membuka Special Kids Expo (SPEKIX) 2026 di Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10/2026).
Menurut Arifah, pemenuhan hak anak disabilitas mencakup hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan, serta partisipasi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
“Dan amanat undang-undang ini menunjukkan bahwa kolaborasi, sinergi, dan kerja sama ini menjadi fondasi bagaimana kita berhasil melaksanakan apa yang tertera dalam undang-undang,” kata dia seperti dilaporkan Antara.
Ia menilai cara terbaik memperlakukan anak berkebutuhan khusus adalah dengan membuka akses yang setara, mulai dari layanan kesehatan, pemenuhan gizi, pendampingan, hingga penyediaan alat bantu yang memadai.
Untuk mewujudkannya, Arifah menekankan pentingnya kerja sama lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Tidak ada satu pun kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah yang bisa sukses dan jalan sendiri. Semua harus kolaborasi, sinergi, dan bekerja sama,” kata Arifah.
Dalam kesempatan itu, Arifah mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dinilai berhasil menjadi proyek percontohan dalam penyediaan akses inklusif bagi anak-anak.
Ia berharap kolaborasi antara Kementerian PPPA, Pemprov DKI Jakarta, dan SPEKIX tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dilanjutkan dengan pemetaan data dan penyusunan langkah konkret.
“Kolaborasi bukan hanya sekedar pertemuan kali ini, tapi kami ingin ada tim dari SPEKIX, kemudian ada tim dari pemerintah daerah DKI Jakarta dan juga kementerian kami, bagaimana kita bersinergi dan melakukan langkah-langkah selanjutnya yang bisa menjembatani, menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan anak-anak kita,” katanya.
Arifah juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang membesarkan anak berkebutuhan khusus.
“Tidak mudah untuk menjadi orang tua dengan anak yang memiliki kelebihan khusus. Tapi ini tetap harus disyukuri dan ayah bunda tidak sendiri, kita akan melakukan ini bersama-sama,” tuturnya.(ant/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

