Maman Abdurrahman Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengatakan Indonesia telah mengamankan komitmen pasokan nafta (bahan baku plastik) dari India, Afrika, dan Amerika Serikat (AS). Langkah tersebut merupakan upaya jangka pendek guna menstabilkan kebutuhan industri dalam negeri.
“Sekarang ini kita sudah dapat dari Afrika, India dan Amerika. Sekarang lagi proses administrasi,” kata Maman, Kamis (9/4/2026).
Maman menjelaskan, kini Kementerian Perdagangan (Kemendag) sedang melakukan tindak lanjut untuk mengambil psaokan nafta dari negara terkait.
“Kementerian Perdagangan sedang melakukan tindak lanjut untuk mengambil pasokan nafta dari Afrika, India dan Amerika,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan nafta yang meliputi diversifikasi bahan baku plastik dengan memanfaatkan biomaterial seperti rumput laut dan singkong.
Maman menyebut rumput laut telah melewati penelitian sebagai bahan baku alternatif kantong plastik, meski biaya produksinya masih relatif tinggi karena pasar yang terbatas.
Dalam upayanya, pemerintah berencana menggandeng usaha kecil dan menengah (UKM) yang sudah bergerak dalam produksi plastik berbasis rumput laut.
Harapannya, upaya tersebut dapat memperluas kapasitas produksi dan menekan biaya melalui skala industri yang lebih besar. Menurutnya, jika kebijakan ini dapat terlaksana dengan baik, maka biaya operasional maupun produksi berpotensi turun.
Pemerintah juga tengah melakukan pembahasan dan penjajakan dengan sejumlah UKM yang telah memproduksi plastik berbasis rumput laut.
Sebagai informasi, harga plastik di dalam negeri kini tengah melonjak 30 hingga 80 persen imbas dari eskalasi konflik Timur Tengah. Diketahui gangguan distribusi nafta dan lonjakan harga minyak global disebut sebagai pemicu utama kenaikan itu.
Data Independent Commodity Intelligence Services (ICIS) menunjukkan ekspor nafta dari Timur Tengah mencapai jutaan ton per tahun, dengan Arab Saudi dan Oman sebagai pemasok utama.
Arab Saudi mengekspor sekitar 3,6 juta ton nafta per tahun, sementara Oman mengekspor sekitar 2,7 juta ton per tahun. Selain itu, hampir 4 juta ton nafta melewati Selat Hormuz menuju Asia setiap bulan.(ant/mar/bil/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
