Prabowo Subianto Presiden RI mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijiriah kepada sejumlah pemimpin negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
Teddy Indra Wijaya Sekretaris Kabinet (Seskab) mengungkapkan, ada delapan orang pemimpin negara/kepala pemerintahan yang ditelpon langsung oleh RI 1.
Yaitu, Recep Tayyip Erdoğan Presiden Republik Turkiye, Shehbaz Sharif Perdana Menteri Pakistan,
Raja Abdullah II dari Kerjaan Yordania Hasyimiah, dan Mohammed bin Salman Perdana Menteri Arab Saudi.
Kemudian Mahmoud Abbas Presiden Palestina, Abdel Fattah el-Sisi Presiden Mesir, Mohammed bin Zayed Al Nahyan Presiden Uni Emirat Arab, serta Anwar Ibrahim Perdana Menteri Malaysia.
“Bapak Presiden kembali melanjutkan komunikasi mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri melalui sambungan telepon dengan para pemimpin muslim negara sahabat, di antaranya Presiden Palestina Mahmoud Abbas,” ujarnya.
Komunikasi dengan Mahmoud Abbas menjadi simbol konsistensi dukungan Indonesia untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina.
Dari awal kemerdekaannya, Indonesia selalu menempatkan Palestina sebagai sahabat dekat dengan ikatan historis dan emosional yang kuat.
Di berbagai forum internasional, Indonesia terus berdiri di garis depan demi terciptanya perdamaian yang adil dan bermartabat bagi Rakyat Palestina.
Melalui komunikasi Prabowo dengan Abbas, Indonesia terus mendukung perjuangan Rakyat Palestina, memperkuat kerja sama bilateral, serta mendorong terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan.
Selain bagian dari tradisi Idulfitri, silaturahmi lewat panggilan telepon dengan para pemimpin negara Islam, menurut Seskab juga memiliki makna strategis Indonesia dalam hubungan internasional.
Momen itu menegaskan Indonesia bukan cuma negara dengan penduduk Muslim terbesar, tapi juga sebagai jembatan persatuan yang membawa pesan damai, kerja sama, dan harapan bagi dunia Islam.
Dengan begitu, Idulfitri jadi perayaan keagamaan sekaligus ruang diplomasi, penguat persaudaraan, dan simbol komitmen Indonesia untuk terus merajut persatuan global.
“Silaturahmi ini menjadi wujud eratnya persaudaraan dan kerja sama antar negara-negara Muslim, sekaligus memperkuat hubungan bilateral di tengah suasana penuh keberkahan,” pungkas Seskab.(rid)
NOW ON AIR SSFM 100
