Rabu, 14 Oktober 2026

Murid SMP Surabaya Kembangkan Robot untuk Bantu Pencarian Korban Bencana

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Murid SMP Islam Al-Azhar 13 Surabaya membuat robot untuk membantu mencari korban bencana. Foto: Istimewa

Lima murid SMP Islam Al-Azhar 13 Surabaya membuat inovasi berupa robot yang mampu membantu mendeteksi korban bencana.

Robot buatan murid SMP tersebut, memadukan perangkat elektronik, sensor, sistem kendali, dan pemrograman untuk menghasilkan A.W.A.R.E BOT, inovasi yang sekaligus mengantarkan tim Stay Aware dari sekolah tersebut meraih Gold Medal dalam Indonesia Inventors Day (IID) 2026.

Keyaan Anargya Afrianto, salah satu anggota tim, mengatakan proses pengembangan robot tersebut mengharuskan para murid memahami cara kerja setiap komponen sekaligus memastikan perangkat dapat berfungsi sesuai tujuan.

“Kami belajar bahwa membuat robot bukan hanya memasang komponen, tetapi juga harus memastikan sensor, kamera, dan sistem kendalinya dapat bekerja bersama. Tantangannya adalah membuat semua bagian tersebut berfungsi sesuai rancangan,” terangnya, Selasa (13/10/2026).

Ia mengatakan, A.W.A.R.E BOT atau Advanced Warning and Rescue dirancang untuk membantu tim Search and Rescue (SAR) mendeteksi indikasi keberadaan korban di lokasi bencana, termasuk area yang tertutup reruntuhan atau sulit dijangkau secara langsung.

“Robot menggunakan mikrokontroler arduino sebagai bagian dari sistem elektroniknya. Tim mengembangkan pemrograman, merakit perangkat, memasang sensor, serta menyusun sistem kendali agar robot dapat dioperasikan dari jarak tertentu,” jelasnya.

Ia menyebut, sejumlah komponen elektronik diperoleh melalui toko daring, termasuk perangkat sensor yang dibutuhkan untuk mendukung fungsi pendeteksian. Meski demikian, proses perakitan dan pengembangan sistem dilakukan sendiri oleh anggota tim.

Robot tersebut, kata dia, dilengkapi sensor termal untuk membaca suhu, sensor radar untuk membantu mendeteksi indikasi keberadaan manusia, serta kamera untuk menampilkan kondisi di sekitar robot. Kemudian, data yang diperoleh dapat dipantau operator melalui sistem kendali dan dashboard robot.

Dalam pengujian prototipe, robot tersebut memiliki jangkauan operasional sekitar 30–50 meter. Jangkauan itu masih menjadi salah satu aspek yang ingin ditingkatkan agar robot dapat menjangkau area pencarian lebih luas.

Selain jarak operasional, ia menyatakan bahwa penyempurnaan akurasi sensor juga menjadi perhatian tim, karena indikasi yang terbaca perangkat perlu digunakan sebagai informasi awal bagi petugas, bukan sebagai kepastian bahwa korban berada di titik tertentu.

“Menurut kami, robot ini masih perlu banyak dikembangkan. Kami ingin meningkatkan akurasi sensor dan memperluas jangkauannya supaya informasi yang diberikan bisa semakin membantu tim SAR ketika melakukan pencarian,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa tantangan lainnya adalah biaya komponen. Sensor radar menjadi salah satu perangkat yang relatif mahal dalam pembuatan prototipe, sehingga pemilihan dan pemanfaatan komponen harus disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan.

Ke depan, tim Stay Aware juga merencanakan penambahan fungsi untuk membawa perlengkapan pertolongan pertama, termasuk untuk membawa makanan dan minuman darurat bagi korban yang belum dapat dijangkau petugas.

Seperti diketahui, pengembangan A.W.A.R.E BOT melanjutkan eksperimen tim dalam bidang teknologi keselamatan. Pada 2025, mereka memperkenalkan A.W.A.R.E JACKET (Advanced Warning and Risk Evacuation), jaket pintar yang dirancang membantu mendeteksi indikasi kecelakaan kerja pada pekerja konstruksi. (ris/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Rabu, 14 Oktober 2026
27o
Kurs