Minggu, 8 Maret 2026

Muslimat NU Sambut Baik Aturan Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah Usia 16 Tahun

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) saat menghadiri Peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus Penutupan Pesantren Anak Ramadhan PP Muslimat NU di Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Foto: Biro Adpim Jatim

Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama mendukung kebijakan Menteri Komunikasi dan Digital yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026.

Khofifah Indar Parawansa Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU menyampaikan apresiasi atas kebijakan tersebut yang dinilai penting untuk melindungi anak-anak dari dampak negatif penggunaan media sosial.

“Kita menyampaikan terima kasih kepada Ibu Menkomdigi. Karena sudah mengeluarkan keputusan bahwa mulai tanggal 26 Maret, anak-anak di bawah 16 tahun sudah dilarang mengakses media sosial,” kata Khofifah dalam keterangan yang dilansir Antara, Minggu (8/3/2026).

Menurut Khofifah, penggunaan gawai tanpa pengawasan berpotensi memicu kecanduan yang dapat memengaruhi kesehatan mental serta perkembangan anak. Ia juga menilai tidak semua orang tua mampu memantau aktivitas digital anak secara terus-menerus, sehingga kebijakan tersebut menjadi langkah bersama untuk menjaga tumbuh kembang generasi muda.

Khofifah juga menegaskan peran strategis Muslimat NU sebagai pilar pergerakan perempuan Nahdliyin dalam menanamkan nilai-nilai Islam Rahmatan lil Alamin di tengah masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus penutupan Pesantren Anak Ramadhan PP Muslimat NU di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).

Ia menambahkan bahwa jaringan Muslimat NU yang tersebar hingga pelosok desa bahkan ke berbagai negara menunjukkan besarnya kontribusi organisasi tersebut dalam memperkuat kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan.

“Mudah-mudahan semuanya menjadi amal ibadah kita dan menjadi jariyah kita. Bahwa ada organisasi yang bernama Muslimat Nahdlatul Ulama yang anggotanya ada di mana-mana, di pelosok desa, di gunung-gunung, bahkan juga di Jerman, Mesir, Jepang, dan berbagai negara lainnya,” lanjutnya.

Sementara itu, Arifah Fauzi Ketua Pengurus Pusat Muslimat NU yang juga menjabat sebagai Menteri Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyampaikan apresiasi atas gagasan dan pengabdian Khofifah dalam berbagai program pemberdayaan perempuan dan anak.

“Jika biasanya kita lihat kegiatan Pesantren Ramadhan buat anak-anak, ini adalah ide dari Ibu Khofifah yang kemudian kami sampaikan di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, kemudian di-support oleh enam kementerian dan Menko PMK,” tuturnya.(ant/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Minggu, 8 Maret 2026
31o
Kurs