Olahan sayur (ada yang menyebut kacang panjang, ada yang menyebut buncis) dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disantap santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, diduga menjadi salah satu makanan yang berkaitan dengan munculnya gejala keracunan.
Dugaan itu muncul dari kesaksian sejumlah santri yang mengonsumsi menu MBG pada Selasa (1/9/2026). Salah satunya Sy (15 tahun) santri Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Manbaul Hikam.
Ia mengaku hanya menyantap satu suap makanan MBG pada Selasa siang. Ia membeber menu hari ini terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tahu bali, dan olahan sayur.
“Saya makan cuma satu suap,” ungkapnya ditemui di IGD RSUD
Rk santri lainnya menambahkan, olahan sayur itu berupa kacang panjang itu ia makan sampai habis meski merasa kecut atau masam.
“Lalu pada Magrib saya mual dan pusing,” katanya.
Hingga Selasa pukul 22.33 WIB, berdasarkan pantauan suarasurabaya.net, jumlah korban yang ditangani di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo berjumlah 271 orang, RS Delta Surya 16 korban, dan RSI Siti Hajar 57 orang. Sehingga total 344 korban.
Sementara Subandi Bupati Sidoarjo menyebut totalnya 273 korban dirawat di tiga rumah sakit tersebut.
Dokter Lakhsmie Herawati Yuwantina Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo mengungkapkan bahwa 293 korban dirawat di delapan rumah sakit. (lta/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

