Senin, 30 Maret 2026

Operasi Ketupat 2026 Jatim Berakhir, Kecelakaan Turun 37,46 Persen Selama Momen Lebaran

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Kombes Pol Iwan Saktiadi Dirlantas Polda Jatim saat memberikan sambutan pada pembukaan Liputan Mudik 2026 di Suara Surabaya Centre, Senin (16/3/2026) Foto: Rizal Pandya Yudareswara Mg suarasurabaya.net

Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di Jawa Timur (Jatim) resmi berakhir. Dalam evaluasinya, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim mencatat penurunan signifikan pada angka kecelakaan lalu lintas dan tingkat fatalitas, meskipun arus mudik dan balik Lebaran diwarnai kepadatan di sejumlah titik.

Kombes Pol Iwan Saktiadi Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim menjelaskan bahwa berdasarkan data evaluasi makro, total angka kecelakaan turun 37,46 persen dibandingkan sebelum pelaksanaan operasi.

“Jadi, pada saat operasi ketupat itu dibandingkan dengan sebelumnya itu ada penurunan. Maksudnya sebelum operasi dan saat operasi ya, itu penurunannya cukup signifikan ya. Secara total aja trennya (kecelakaan) total itu turun 37,46 persen penurunannya. Kalau untuk meninggal dunia juga sama, disandingan sebelum operasi itu ada tren penurunan 56,52 persen. Kemudian luka beratnya itu juga sama ada penurunan 4,55 persen,” papar Dirlantas waktu on air di program Wawasan Suara Surabaya, Senin (30/3/2026).

Sementara terkait kepadatan di sejumlah titik, menurut Dirlantas, turut membuat fatalitas akibat kecelakaan turun, karena masyarakat tak punya banyak kesempatan untuk kebut-kebutan.

“Ilmu mudahnya begini, dengan kondisi jalan yang padat kendaraan, itu akan membuat masyarakat tidak melebihi batas kecepatan. Lebih berhati-hati karena tidak ada peluang untuk memacu kendaraannya dengan cepat. Mobilitas yang cukup padat ini betul-betul membuat volume kapasitas dan rasio kendaraan tinggi di jalan,” jelasnya.

Selain itu, kepadatan selama masa mudik dan arus balik Lebaran menurut Dirlantas juga mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat di Jatim, meski ekonomi global tidak menentu.

“Angka yang cukup signifikan, masyarakat yang berada di Jawa Timur yang kembali dari tempat bekerjanya di ibu kota kemudian meluangkan waktu ke kampung halaman. Sehingga kurang lebih 1,4 jutaan telah hadir di Jawa Timur. Itu baru yang datang, belum yang mobilisasi lokal ke tempat wisata,” tuturnya.

Lonjakan mobilitas juga terlihat signifikan di kawasan wisata, khususnya di Kota Batu. Menurutnya, peningkatan kunjungan mencapai 100 hingga 150 persen, terutama di destinasi wisata baru. Kondisi ini bahkan sempat membuat petugas harus bekerja ekstra mengatur arus kendaraan akibat keterbatasan kapasitas parkir.

Di sisi infrastruktur, Dirlantas menyebut keberadaan jalur fungsional Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran arus lalu lintas. Penambahan jalur sepanjang 16 kilometer hingga Paiton dinilai mampu memangkas waktu tempuh perjalanan.

“Animonya cukup tinggi dan saya rasa jika tahun depan insya Allah sudah beroperasi existing ya bukan fungsional lagi, ini akan sangat membantu sekali untuk untuk mendorong masyarakat mobilitasnya tinggi ke arah sana,” ucapnya.

“Jadi artinya memotong perjalanan jika akan ke Banyuwangi itu bisa tereduksi satu setengah jaman lah kurang lebih. Ini kan menjadi salah satu opsi yang sangat menarik. bagi pelaku perjalanan yang menggunakan kendaraan pribadi,” lanjutnya.

Namun demikian, pihak kepolisian masih menemukan pelanggaran terkait pembatasan operasional truk sumbu tiga yang kerap mencoba menghindari pengawasan petugas.

Kombes Iwan menegaskan pembatasan yang diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) bahwa kendaraan berat dengan sumbu tiga atau lebih dilarang beroperasi selama momen Lebaran tersebut harus dipatuhi demi menjaga kelancaran dan keselamatan selama arus mudik dan balik.

“SKB ini bukan lahir begitu saja tanpa pertimbangan. Harapan kita ke depannya, mohon kerja samanya. Sebenarnya bukan dilarang, tapi pembatasan. Komoditas itu hanya dialihkan untuk tidak menggunakan Sumbu 3. Kami di lapangan memilih opsi tidak melakukan penindakan jika bisa tertib, tapi kalau harus menindak, itu sudah dalam kondisi ultimatum remedium,” tegasnya.

Terakhir, Kombes Iwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polantas yang telah bertugas selama Operasi Ketupat 2026. Ia menegaskan kehadiran Polri di lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat selama periode Lebaran.

“Polri memang hadir untuk masyarakat. Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personel Polantas jajaran Polda Jatim yang telah melaksanakan tugas dengan baik, memberikan pelayanan selama mudik dan balik tanpa ekses,” pungkasnya. (bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Senin, 30 Maret 2026
33o
Kurs