Selasa, 3 Maret 2026

OTT Awal Februari Jadi Pintu Masuk KPK Bongkar Riwayat Dugaan Korupsi Bea Cukai

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Tim KPK memperlihatkan barang bukti kasus dugaan suap dan gratifikasi mengenai importasi barang tiruan atau KW, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (27/2/2026). Foto: Antara

Budi Prasetyo Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut operasi tangkap tangan (OTT) pada awal Februari 2026 menjadi pintu masuk penelusuran dugaan praktik korupsi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan.

“Ya, ini tentu menjadi pemantik bagi kami untuk kemudian melihat ya, apakah kemudian ini juga modusnya mirip seperti di Kemenaker (Kementerian Ketenagakerjaan)? Artinya, sudah berlangsung lama atau seperti apa? Ini kami akan lihat,” ujar Budi seperti dilansir Antara, Selasa (3/3/2026).

Saat ini, penyidik masih mendalami mekanisme kepabeanan dan cukai, termasuk praktik di lapangan dan penyimpangannya.

“Nah, ini juga tentunya bagus untuk pencegahan ke depannya sehingga kita bisa melihat sistem ini bolongnya di mana saja. Dengan demikian, nanti dari satuan pengawas di internal DJBC (Ditjen Bea Cukai) ataupun dari Itjen (Inspektorat Jenderal) Kemenkeu misalnya, bisa melakukan tindak lanjut atas perbaikan sistem itu,” ujarnya.

Sebelumnya pada 4 Februari 2026, KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Ditjen Bea Cukai. Salah satu yang ditangkap adalah Rizal Kepala Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Barat.

Sehari kemudian, KPK menetapkan enam dari 17 orang yang ditangkap sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang tiruan (KW).

Tersangka ialah Rizal (RZL) Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024–Januari 2026, Sisprian Subiaksono (SIS Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan, dan Orlando Hamonangan (ORL) Kepala Seksi Intelijen.

Tiga tersangka lain adalah John Field (JF) pemilik Blueray Cargo, Andri (AND) Ketua Tim Dokumentasi Importasi, dan Dedy Kurniawan (DK) Manajer Operasional.

Pada 26 Februari 2026, KPK kembali menetapkan tersangka baru, yaitu Budiman Bayu Prasojo (BBP) Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan.

Penetapan tersangka baru dilakukan setelah pendalaman saksi dan penggeledahan rumah aman di Ciputat, Tangerang Selatan, pada 13 Februari 2026, yang turut menyita sekitar Rp5,19 miliar dalam lima koper.

Pada 27 Februari 2026, KPK juga tengah mendalami dugaan korupsi pengurusan cukai, terutama setelah penyitaan uang di Ciputat, yang diduga terkait praktik kepabeanan dan cukai.(ant/lea/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Selasa, 3 Maret 2026
28o
Kurs