Minggu, 22 Februari 2026

Pakistan Luncurkan Serangan Udara ke Afghanistan, 18 Warga Sipil Tewas

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Bangunan hancur dan mobil rusak akibat serangan udara Pakistan di Afghanistan. Foto: BBC/ Getty Images

Ketegangan di perbatasan Pakistan dan Afghanistan kembali memuncak. Terbaru, militer Pakistan meluncurkan serangkaian serangan udara ke wilayah Afghanistan, pada Minggu (22/2/2026). Pihak Taliban melaporkan bahwa serangan tersebut menewaskan sedikitnya 18 orang, termasuk wanita dan anak-anak.

Melansir BBC, Islamabad mengonfirmasi telah menargetkan tujuh lokasi yang diduga sebagai kamp dan tempat persembunyian militan di dekat perbatasan. Serangan ini disebut sebagai balasan atas rentetan aksi bom bunuh diri yang melanda Pakistan baru-baru ini.

Sementara Pemerintah Afghanistan mengecam keras aksi tersebut dan menyatakan bahwa serangan Pakistan mengenai rumah-rumah warga sipil serta sebuah sekolah agama. Kementerian Pertahanan Afghanistan yang dipimpin Taliban merinci bahwa serangan udara itu menyasar area sipil di Provinsi Nangarhar dan Paktika.

Di desa Girdi Kas, distrik Bihsud, Nangarhar, seorang saksi mata bernama Shahabuddin mengungkapkan kepedihannya. Sambil menunjuk rumahnya yang hancur, ia mengatakan bahwa dari 23 anggota keluarganya, hanya lima orang yang selamat.

Sayed Taib Hamd Juru bicara lokal Taliban mengonfirmasi bahwa 18 anggota keluarga tersebut tewas dalam serangan itu.

Meskipun serangan di distrik Bermal dan Urgun, Provinsi Paktika, mengenai sebuah penginapan dan sekolah agama, laporan lokal menyebutkan bangunan tersebut sedang kosong saat kejadian, sehingga tidak ada korban jiwa tambahan yang dilaporkan dari area tersebut.

Alasan di Balik Serangan Pakistan

Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan mengklaim bahwa operasi tersebut adalah “penargetan selektif berbasis intelijen” terhadap kelompok teroris.

Target serangan meliputi anggota Tehreek-i-Taliban Pakistan (TTP), yang oleh pemerintah disebut sebagai “Fitna al Khawarij”, beserta afiliasinya dan kelompok Islamic State-Khorasan Province (ISKP).

Pakistan menyebut langkah ini sebagai “respons retributif” atas serangan teror di negaranya, termasuk pengeboman masjid Syiah di Islamabad awal bulan ini dan serangan di provinsi Khyber Pakhtunkhwa sejak awal Ramadan.

Islamabad menuduh Taliban melindungi kelompok militan tersebut dan mengeklaim memiliki “bukti kuat” bahwa serangan di wilayahnya dilakukan atas instruksi pimpinan militan di Afghanistan.

Menanggapi serangan ini, Kementerian Pertahanan Taliban menyebut tindakan Pakistan sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap integritas teritorial Afghanistan” dan hukum internasional.

“Respons yang tepat dan terukur akan diambil pada waktu yang sesuai,” tegas pihak Taliban dalam pernyataannya.

Mereka juga menambahkan bahwa serangan terhadap sasaran sipil dan lembaga keagamaan menunjukkan kegagalan intelijen dan keamanan tentara Pakistan.

Adapun serangan udara terbaru ini terjadi hanya beberapa hari setelah Arab Saudi memediasi pembebasan tiga tentara Pakistan yang ditawan di Kabul, sejak bentrokan perbatasan Oktober lalu.

Meskipun kedua negara sempat menyepakati gencatan senjata yang rapuh pada bulan Oktober, konflik lintas batas di sepanjang perbatasan pegunungan sepanjang 1.600 mil tersebut tetap menjadi titik panas keamanan yang sulit diredam. (bil/ham)

Bagikan
Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Minggu, 22 Februari 2026
25o
Kurs