Kementerian Pendidikan Palestina membantah kabar yang beredar di media sosial mengenai perubahan kurikulum sekolah. Pihak kementerian menegaskan bahwa laporan tersebut keliru karena mengutip buku pelajaran yang telah diubah oleh otoritas Israel di sekolah-sekolah Yerusalem.
“Sejumlah media asing secara sengaja membenturkan komitmen Palestina menyesuaikan sistem pendidikan dengan standar UNESCO dengan contoh-contoh rekaan yang sebenarnya tidak ada di kurikulum Palestina,” ujar Kementerian Pendidikan Palestina.
Kementerian menekankan bahwa konten yang dikutip media asing berasal dari buku pelajaran yang telah dimodifikasi oleh Israel, dan tidak mencerminkan sistem pendidikan resmi Palestina. Menurut kementerian, hal itu merupakan upaya memaksakan narasi pro-Israel di Yerusalem.
Dilansir dari Antara pada Minggu (8/2/2026), pihak kementerian juga menegaskan komitmen penuh terhadap standar UNESCO dalam penyelenggaraan pendidikan berkualitas. Sistem pendidikan terpadu telah diterapkan untuk memperkuat kegiatan pembelajaran dan meningkatkan pencapaian siswa dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, otoritas Palestina telah memulai uji coba sekolah interaktif sebagai persiapan ujian terpadu tingkat sekolah menengah atau Tawjihi di bawah sistem baru selama dua tahun terakhir. Program ini juga mencakup penguatan profesi keguruan serta modernisasi kurikulum agar sesuai dengan standar internasional dan kebutuhan pasar tenaga kerja.
“Kami mendorong lembaga media dan masyarakat untuk mengutamakan ketepatan informasi, serta tidak menyebarkan berita menyesatkan dari pihak-pihak yang berupaya memancing reaksi publik dan ketegangan internal,” tambah kementerian.
Kementerian Pendidikan Palestina menekankan bahwa upaya modernisasi ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, membekali siswa dengan keterampilan relevan, dan menjaga integritas sistem pendidikan Palestina di tengah tantangan politik dan sosial yang kompleks. (ant/mun/saf/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
