Memasuki pekan pertama Ramadan 2026, kawasan Wonocolo Pabrik Kulit, Surabaya berubah menjadi pusat perburuan takjil yang ramai diserbu mahasiswa dan warga sekitar.
Menjelang waktu berbuka puasa pada Selasa (24/2/2026) sore sekitar pukul 16.46 WIB, arus pengunjung terus meningkat.
Pasar takjil dadakan itu dipadati pembeli yang berburu aneka menu buka puasa, mulai dari minuman segar, gorengan, hingga makanan kekinian yang populer di kalangan mahasiswa Surabaya.
Muhammad Ali salah satu pemilik stan gorengan, mengungkapkan bahwa lonjakan penjualan signifikan selama Ramadan dibanding hari biasa. Ia menawarkan gorengan dengan harga terjangkau, menyasar kantong mahasiswa.
“Untuk harga gorengan itu mulai dari Rp5.000 dapat empat biji, kalau usus sendiri harganya Rp2.000 per biji,” ujarnya saat ditemui suarasurabaya.net, Selasa (24/2/2026).

Menurut Ali, dalam satu pekan Ramadan omzet yang diraihnya bisa mencapai sekitar Rp2 juta. Ia menyebut gorengan menjadi menu paling laris diburu pembeli menjelang azan magrib.
“Kalau Ramadan memang lebih ramai dibanding hari biasa. Yang paling laris biasanya gorengan,” tambahnya.
Kondisi ini menunjukkan momentum Ramadan menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha mikro dan pedagang kaki lima di kawasan Jemur Wonosari.
Tak hanya pedagang yang merasakan dampak positif, mahasiswa juga mengaku terbantu dengan banyaknya pilihan takjil berharga terjangkau.
Agus Setiawan Mazid, salah satu pengunjung, mengaku rutin membeli menu berbuka di lokasi tersebut karena variasi makanan yang lengkap dan harga yang sesuai dengan anggaran mahasiswa.
“Saya sih biasanya ngasih budget kalau mau keluar beli takjil, mungkin bisa sampai Rp35.000 gitu sih mas. Dan karena makanan dan jajanannya beragam, jadinya enak kalau war takjil di sini,” ujarnya.
Menurut Agus, suasana berburu takjil di belakang kampus terasa menyenangkan karena pilihan menu yang beragam serta lokasi yang strategis dan mudah dijangkau. (zan/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
