Minggu, 18 Oktober 2026

Pasokan BBM Ditambah, Khofifah Gubernur Minta Warga Malang Tenang

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur (Jatim) mengimbau masyarakat di Kota Malang tidak melakukan panic buying atau membeli bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan. Ia memastikan pasokan BBM di wilayah tersebut terus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Khofifah mengatakan, pasokan BBM dari Pertamina untuk sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Malang telah melampaui kuota harian yang tercatat. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.

“Sebetulnya SPBU di sini ini suplainya sudah melebihi kuota yang dicatatkan. Hindari panic buying,” kata Khofifah seusai membagikan kupon BBM gratis kepada pengemudi ojek daring di SPBU Jalan Ciliwung, Kota Malang, Sabtu (17/10/2026) malam.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk memantau ketersediaan BBM di Kota Malang dan wilayah lain di kawasan Malang Raya. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan bahan bakar masyarakat tetap terpenuhi.

Khofifah menegaskan, distribusi BBM harus mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, baik pengguna solar maupun Pertalite.

“Intinya adalah yang memang membutuhkan solar jangan sampai tidak terpenuhi, yang membutuhkan pertalite jangan sampai tidak terpenuhi,” ujarnya dilansir dari Antara.

Khofifah juga meminta agar antrean di SPBU menjadi bahan evaluasi distribusi BBM. Menurut dia, apabila kebutuhan pada waktu tertentu melampaui kapasitas pasokan harian, Pertamina perlu mengomunikasikan dan menyesuaikan distribusi berdasarkan kondisi di lapangan.

Kota Malang memiliki aktivitas kendaraan bermotor yang tinggi karena menjadi salah satu tujuan wisata sekaligus pusat pendidikan di Jawa Timur. Kondisi tersebut membuat kebutuhan BBM dapat meningkat pada waktu-waktu tertentu.

“Jadi kalau ada kebutuhan yang pada saat tertentu ternyata memang harus dipenuhi dengan suplai melebihi kapasitas harian harus dikomunikasikan secara detail,” kata Khofifah.

Selain memastikan kecukupan pasokan, Pemprov Jatim juga akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mencegah praktik curang yang berpotensi mengganggu distribusi dan ketersediaan BBM.

Sementara itu, Angga Y. Putra Sales Area Manager Ritel Pertamina Malang mengatakan, pasokan BBM untuk Kota Malang telah ditingkatkan dari semula 340 kiloliter (KL) menjadi 407 KL per hari. Penambahan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan masyarakat.

“Kebutuhan paling tinggi ada di Kota Malang. Ditingkatkannya sekitar 120 persen dari kebutuhan yang tersedia,” ujar Angga. (ant/saf/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Minggu, 18 Oktober 2026
32o
Kurs