Antonio Guterres Sekretaris Jenderal PBB memandang tindakan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela hal yang mengkhawatirkan yang dapat menciptakan “preseden berbahaya”. Hal iti disampaikannya lewat Stephane Dujarric juru bicaranya pada, Sabtu (3/1/2026) waktu setempat.
“Terlepas dari situasi di Venezuela, sederet perkembangan ini merupakan preseden yang berbahaya. Sekretaris Jenderal terus menekankan pentingnya penghormatan penuh, oleh semua pihak terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB,” kata Dujarric melalui pernyataan yang dikutip Antara.
Menurutnya, Sekjen PBB “sangat prihatin dengan eskalasi baru-baru ini di Venezuela” sekaligus memperingatkan “potensi implikasi yang mengkhawatirkan bagi kawasan tersebut”.
Guterres mendesak semua pihak di Venezuela untuk terlibat dalam dialog inklusif, “dengan menghormati secara penuh hak asasi manusia (HAM) dan supremasi hukum,” demikian menurut pernyataan tersebut.
Sebelumnya, AS melancarkan operasi militer berskala besar terhadap Venezuela pada, Sabtu dini hari waktu setempat, untuk menangkap Nicolas Maduro Presiden Venezuela dan istrinya.
Donald Trump Presiden AS mengklaim dalam konferensi pers pada Sabtu pagi bahwa Delcy Rodriguez Wakil Presiden (Wapres) Venezuela telah dilantik sebagai presiden, serta menyatakan bahwa Marco Rubio Menteri Luar Negeri AS “baru saja melakukan percakapan” dengannya.
“Pada dasarnya dia bersedia melakukan apa yang kami anggap perlu untuk membuat Venezuela kembali hebat,” klaim Trump saat berbicara kepada para reporter. (ant/bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
