Minggu, 4 Oktober 2026

PBNU Instruksikan Mujahadah untuk Palestina dalam Rangkaian Hari Santri 2026

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031. Foto: Risky suarasurabaya.net

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta seluruh jajaran NU menggelar mujahadah kemanusiaan untuk Palestina dalam rangkaian Hari Santri Nasional 2026.

Instruksi tersebut tertuang dalam Pedoman Pelaksanaan Hari Santri Nasional Tahun 2026 melalui Surat Edaran PBNU Nomor 3/PB.01/A.II.10.47/99/10/2026 tertanggal 1 Oktober 2026.

KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin Ketua Umum PBNU mengatakan, perhatian NU terhadap Palestina memiliki akar sejarah panjang yang diwariskan para pendiri NU.

Dia mengingatkan, dukungan terhadap Rakyat Palestina telah disuarakan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari sejak sebelum Indonesia merdeka dan terus dirawat hingga sekarang, termasuk melalui pembacaan Qunut Nazilah di Pesantren Tebuireng.

“Ini perjalanan dan hubungan yang sangat panjang antara Indonesia dengan Palestina,” terangnya, Minggu (4/10/2026).

Dalam pedoman tersebut, seluruh jenjang kepengurusan NU diminta menggelar “Mujahadah Kemanusiaan untuk Palestina” melalui majelis istighotsah, pembacaan shalawat, zikir berjamaah, maupun majelis doa lainnya.

PBNU menyebut kegiatan itu sebagai bagian dari riyadhah bathiniyyah sekaligus wujud solidaritas kemanusiaan terhadap rakyat Palestina.

Komitmen tersebut, lanjut dia, juga sejalan dengan perhatian KH Miftachul Akhyar Rais Aam PBNU saat menerima sejumlah tokoh Palestina di Pondok Pesantren Miftachussunnah, Surabaya, akhir bulan September lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Kiai Miftach mendoakan keselamatan dan kedamaian Rakyat Palestina serta berharap Umat Islam dapat beribadah di Masjidil Aqsa dalam keadaan merdeka dan bermartabat.

Selain solidaritas untuk Palestina, PBNU juga menginstruksikan rangkaian Hari Santri 2026 untuk diawali dengan ziarah ke makam para ulama, aulia, maupun muharrik NU di wilayah khidmah masing-masing.

Sementara Apel Hari Santri Nasional 2026 akan digelar serentak pada Kamis, 22 Oktober 2026. Apel dapat dilaksanakan di sekretariat NU maupun lingkungan pesantren, rumah sakit atau klinik, sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama.

Dalam apel tersebut, Naskah Resolusi Jihad NU juga dapat dibacakan oleh jajaran Tanfidziyah atau Badan Otonom NU.

PBNU juga meminta peringatan Hari Santri diisi kegiatan yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat, seperti layanan kesehatan gratis, donor darah, konsultasi keluarga dan zakat, hingga kegiatan peduli lingkungan.

Seperti diketahui, PBNU mengusung tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri” dalam Hari Santri Nasional 2026 sekaligus mengarahkan peringatan tahun ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum memperkuat tradisi keilmuan dan spiritual pesantren, pelayanan kepada masyarakat, serta kepedulian terhadap isu kemanusiaan.(ris/saf/rid)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Minggu, 4 Oktober 2026
29o
Kurs