Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bakal memastikan dua anak yang terkena peluru nyasar di Kabupaten Gresik, Jawa Timur mendapatkan penanganan kesehatan, pendampingan psikososial, dan perlindungan dari potensi tekanan maupun intimidasi.
Arifah Fauzi Menteri PPA menegaskan perlindungan anak harus menjadi prioritas utama.
“Peristiwa ini menjadi perhatian serius. Negara harus hadir memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan maksimal serta pemulihan yang menyeluruh, baik secara fisik maupun psikologis. Kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi prioritas utama,” ujar Menteri PPPA pada keterangan tertulis yang diterima suarasurabaya.net, Kamis (8/4/2026).
Diduga peluru nyasar itu berasal dari lapangan tembak milik TNI AL (Marinir) Karangpilang Surabaya yang pada tanggal 17 Desember 2025 sedang melaksanakan latihan menembak rutin.
Kini Tim Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA 129) telah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi Jawa Timur dan UPT PPA Kabupaten Gresik.

Fauzi menekankan pemulihan korban tidak boleh berhenti pada penanganan medis awal, melainkan harus dilanjutkan rehabilitasi berkelanjutan hingga anak benar-benar pulih.
“Anak korban membutuhkan pendampingan psikologis yang berkelanjutan.Kami memastikan layanan pemulihan trauma diberikan secara komprehensif agar kondisi anak dapat kembali optimal,” ujar Menteri PPPA.
Soal proses hukum, Kemen PPPA terus memantau penanganan kasus yang saat ini berjalan di POMAL Koarmada V. Katanya proses tersebut harus transparan, akuntabel, dan berkeadilan.
“Kami menghormati proses hukum yang berjalan dan mendorong agar dilakukan secara profesional, transparan, dan memberikan keadilan bagi korban dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak,” tegasnya.
Lebih lanjut Kemen PPPA bakal berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait untuk mendorong penguatan sistem pengamanan pada fasilitas latihan militer maupun sarana lainnya, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Mari kita bergerak dengan komitmen yang lebih kuat, kolaborasi yang lebih luas, dan langkah nyata untuk memastikan setiap anak Indonesia terlindungi, dihargai, serta memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” pungkasnya.(lea/kir/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
