Pemerintah memastikan penyelenggaraan ibadah haji 2026 tetap berjalan sesuai rencana meski dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah masih berkembang.
Sejumlah langkah mitigasi dan penguatan koordinasi lintas kementerian telah disiapkan guna menjamin kelancaran layanan dan keselamatan jemaah.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menegaskan, seluruh perangkat pelayanan haji telah dipersiapkan lebih awal, termasuk skenario antisipatif jika situasi global memengaruhi jalur penerbangan internasional.
“Kami mempersiapkan seluruh perangkat layanan lebih awal agar penyelenggaraan haji 2026 berjalan optimal. Namun demikian, kami tetap menyiapkan berbagai skenario mitigasi sebagai langkah kehati-hatian,” jelas Dahnil Anzar Simanjuntak Wamenhaj dalam laman resmi Kemenhaj.
BACA JUGA: Pemerintah Imbau Tunda Keberangkatan Umrah, Keselamatan Jemaah Jadi Prioritas
Dahnil menambahkan bahwa Prabowo Subianto Presiden RI juga menegaskan agar penyelenggaraan haji bersih dari praktik rente, kartel, maupun manipulasi.
“Pesan Presiden sangat jelas, wajah Kementerian harus menjadi wajah integritas, bersih, dan transparan. Tidak boleh ada praktik yang mencederai kepercayaan umat,” tegas Dahnil mengutip arahan Presiden.
Sebelumnya, Kemenhaj mengimbau calon jemaah untuk menunda keberangkatan umrah menyusul dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah.
“Kami mengimbau calon jemaah umrah untuk menunda keberangkatan sementara waktu. Langkah ini diambil semata-mata demi keselamatan dan perlindungan jemaah,” tegasnya.
Sementara itu, sebagian jemaah yang telah berada di Arab Saudi, berangsur kembali ke Tanah Air. Dalam periode 28 Februari hingga 2 Maret 2026, sebanyak 7.782 jemaah tercatat sudah tiba di Indonesia. Namun, masih ada jemaah yang menunggu kepastian penerbangan, khususnya yang menggunakan maskapai dengan skema transit. (saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
