Sabtu, 26 September 2026

Pemerintah Siap Fungsikan KRI Sriwijaya untuk Bantu Operasi Pemadaman Karhutla

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Kapal ITS Giuseppe Garibaldi (C551), kapal induk pertama Indonesia (depan) dikawal dua fregat kelas Brawijaya milik TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321 memasuki perairan Indonesia menuju Jakarta, Kamis (17/9/2026). Kapal ini selanjutnya akan menyandang nama KRI Sriwijaya. Foto: Dispenal

Prabowo Subianto Presiden, hari ini, Kamis (24/9/2026), menerima kunjungan perwakilan Angkatan Laut Italia di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Pertemuan tersebut terkait kedatangan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi yang resmi ganti nama jadi KRI Sriwijaya untuk memperkuat armada TNI Angkatan Laut.

Prasetyo Hadi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) mengatakan, perwakilan Angkatan Laut Italia yang hadir adalah pihak yang mengawal langsung pengiriman kapal induk tersebut ke Indonesia.

Mensesneg bilang, selain untuk memperkuat benteng pertahanan laut, KRI Sriwijaya juga dipakai untuk mendukung penanganan berbagai krisis nasional.

Salah satu fungsi strategisnya, KRI Sriwijaya disiapkan sebagai pangkalan terapung bagi helikopter yang melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Dengan kapal induk ini, fasilitasnya bisa difungsikan sebagai pangkalan helikopter-helikopter kita yang melakukan proses pemadaman dengan metode water bombing melalui udara,” ujarnya.

Sekadar informasi, KRI Sriwijaya adalah kapal induk dengan dek penerbangan pesawat sayap tetap (fixed wing) yang mulai digunakan Angkatan Laut Italia tahun 1985, dan berhenti beroperasi tanggal 1 Oktober 2024.

Kapal induk itu dilengkapi persenjataan serta landasan pesawat untuk operasional short take-off and vertical landing (STOVL), dan helideck.

Kapal dengan bobot mati 14 ribuan ton, panjang lambung 180 meter dan lebar 33 meter itu pernah mengalami modernisasi tahun 2003, dan restrukturisasi besar-besaran tahun 2013.

Rencananya, KRI Sriwijaya yang difokuskan untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang, bakal disiagakan di perairan Teluk Ratai, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.(rid/bil/ham)

Soerabaja10k
Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Sabtu, 26 September 2026
27o
Kurs