Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan berbagai strategi untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Upaya tersebut difokuskan pada kesiapan infrastruktur jalan, khususnya jalur-jalur utama yang diperkirakan mengalami lonjakan volume kendaraan selama periode mudik.
Roy Rizali Anwar Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU menegaskan bahwa kondisi jalan nasional menjadi prioritas utama pemerintah dalam menyambut mobilitas masyarakat saat Lebaran.
“Strategi utama yang kami lakukan adalah memastikan seluruh jalan nasional dalam kondisi mantap, tidak berlubang, dan seluruh bangunan pelengkap jalan dalam kondisi baik sehingga aman dan nyaman dilalui para pemudik,” ujar Roy, Sabtu (7/3/2026).
Menurut Roy, jaringan jalan nasional non-tol sepanjang 47.603,39 kilometer saat ini berada dalam kondisi mantap dengan tingkat kemantapan mencapai 93,5 persen.
Sementara itu, jaringan jalan tol yang siap melayani arus mudik mencapai 3.115,98 kilometer yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan di jalur mudik, seperti bencana alam maupun kerusakan infrastruktur, Kementerian PU juga menyiapkan Disaster Relief Unit (DRU).
Tim ini dilengkapi peralatan berat, material konstruksi, serta personel pendukung yang ditempatkan di sejumlah titik strategis.
Dilansir dari Antara, sebanyak 1.461 unit peralatan berat disiagakan di seluruh Indonesia selama periode mudik guna mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan pada jaringan jalan nasional.
Selain itu, berbagai material tanggap darurat juga telah dipersiapkan, seperti jembatan bailey, bronjong, sandbag, cold mix asphalt, serta bahan perbaikan cepat lainnya.
Pemerintah juga menyiapkan 496 posko mudik yang tersebar di berbagai daerah. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi pemantauan kondisi jalan sekaligus memberikan dukungan teknis jika terjadi gangguan di jalur mudik. (ant/saf/faz)
NOW ON AIR SSFM 100
