Menurutnya, penataan itu diperlukan untuk menghindari antrean yang tidak teratur dan mencegah pasien saling mendahului.
Soal perbaikan bangunan, ruang tunggu akan dirancang lebih nyaman, dengan ventilasi yang baik dan pendingin ruangan atau AC. Penataan juga akan mempertimbangkan pemisahan ruang tunggu berdasarkan kelompok pasien. Ruang tunggu pasien anak akan dipisah dengan pasien dewasa.
“Kalau itu bisa ditutup tapi ventilasinya bagus, bisa dibuat nyaman. Tempat tunggunya ya ada AC-nya, dadi wong tambah sing loro (sakit) tambah waras (sehat), gak tambah loro,” ujarnya.
Eri mengatakan, akan berkoordinasi dengan seluruh kepala puskesmas untuk menyampaikan arahan terkait rencana tersebut.
“Jadi, saya akan perintahkan yang seperti itu. Ini sudah persiapan 2027 jadi semua tim anggaran sudah konsentrasi ke puskesmas dan sekolah,” jelasnya.
Terkait anggaran, setiap puskesmas berbeda berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing bangunan. (lta/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

