Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menghentikan dugaan eksploitasi anak kelas 3 SD warga Sememi yang disuruh orang tua mengamen.
Ida Widayati Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya menyebut saat kunjungan ke rumah, anak laki-laki inisial RGS (10 tahun) itu mengaku disuruh ibunya inisial WR untuk mengamen jalan kaki dari Sememi ke Sukomanunggal, ditarget harus mendapatkan uang Rp100 ribu.
“Ibunya ini manipulatif, terus temperamen juga,” ujarnya, Selasa (29/9/2026).
Alasan WR, karena penghasilan suaminya MS sebagai tukang Rp100 ribu per hari tidak cukup untuk hidup bersama dua anaknya.
“Itu pun dia enggak mau masak. Jadi, beli. Alasannya enggak punya alat lah, kayak gitu-gitu,” paparnya.
Analisa sementara, diduga RGS butuh penanganan psikologis karena terindikasi mengalami slow learner.
“Bicaranya agak gagap,di sekolah pun dalam seminggu pasti ada enggak masuknya,” ungkapnya.
Hasilnya akan menentukan bentuk penanganan RGS di sekolah oleh guru maupun bimbingan konseling (BK).
” Iya, terus bicaranya juga agak gagap gitu kan, Mbak. Ya, nanti eh setelah ini kan pasti pendampingan di sekolah itu juga beda ya. Treatmentnya juga beda dari dari guru BK-nya atau eh apa? kesiswaan dari sekolahnya.
DP3APPKB akan melakukan pemantauan intensif agar WR tidak kembali menyuruh RGS mengamen dengan memberikan pekerjaan dan bantuan mesin jahit sesuai keterampilannya.
“Dibantu sekolah juga boleh menitipkan makanan gorengan atau kue-kue di kantinnya sekolah. Ya, moga-moga ini bisa berjalan dengan baik gitu,” bebernya.
Jika terulang, pemkot akan mengambil alih hak asuh RGS.
Ida minta masyarakat Surabaya menaruh perhatian sekelilingnya, untuk melapor jika ada dugaan eksploitasi anak.
“Apabila ada hal-hal yang sekiranya tidak pas begitu ya seperti eksploitasi anak, anak yang disuruh mengamen, anak yang disuruh jualan itu monggo disampaikan ke hotline-nya DP3APPKB atau bisa dilaporkan ke 112 untuk segera kita tindak lanjuti,” tutupnya. (lta/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

