Kamis, 12 Maret 2026

Pemkot Surabaya Kembali Menggelar Pasar Murah di 31 Kecamatan

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Beberapa pengunjung yang membeli beras di pasar murah Balai RW 7 Dukuh Kupang, Surabaya, Kamis (12/3/2026) Foto: Rizal Pandya Yudareswara Mg suarasurabaya.net

Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya kembali menggelar Pasar Murah Ramadan 2026.

Pasar Ramadan tersebut digelar serentak mulai 11 hingga 14 Maret 2026, pukul 08.30-11.00 WIB di 31 Kecamatan Kota Surabaya. Program tersebut dimaksudkan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan laju inflasi menjelang Lebaran 2026.

Salah satu pelaksanaannya berlangsung di Kelurahan Dukuh Kupang, pada Kamis (12/3/2026). Warga tampak berdatangan sejak kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB untuk membeli berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, telur, hingga bumbu dapur.

Fahmi Fitra Ardiansyah Kepala Kelurahan Dukuh Kupang mengatakan program pasar murah ini merupakan upaya pemerintah kota untuk membantu masyarakat sekaligus menekan kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Pelaksanaan pasar murah ini memang diharapkan bisa menekan laju inflasi. Dalam dua minggu ini sudah dilaksanakan dua kali,” ujarnya kepada suarasurabaya.net saat ditemui di lokasi kegiatan, Kamis (12/3/2026).

Ia memaparkan untuk penyediaan stok barang, pihak kelurahan menggandeng dinas terkait yang mendistribusikan komoditas melalui kecamatan.

“Untuk stok barang ini kami menggandeng dari Dinkopumdag kota Surabaya. Kecamatan dalam hal ini, Bu Camat mengambil barang di Gedung Wanita, kemudian dibagi jadwalnya ke masing-masing kelurahan,” jelasnya.

Menurut Fahmi, dalam satu kecamatan kegiatan pasar murah dibagi dalam beberapa hari di kelurahan yang berbeda. Sehari sebelumnya kegiatan dilaksanakan di Dukuh Pakis, kemudian dilanjutkan di Dukuh Kupang, dan selanjutnya akan digelar di wilayah lain seperti Pradah Kalikendal dan Gunungsari.

Adapun komoditas yang dijual dalam pasar murah tersebut antara lain beras kemasan 3 kilogram dan 5 kilogram, minyak goreng satu liter, gula pasir satu kilogram, bawang merah, bawang putih, serta cabai rawit.

Ia menyebut, komoditas yang paling cepat habis dibeli warga yakni minyak goreng, gula, serta bumbu dapur seperti bawang merah dan cabai. “Yang paling cepat habis itu minyak, gula, bawang merah, bawang putih, dan cabai. Kalau beras biasanya lebih lama,” ujarnya.

Pihak kelurahan juga mengupayakan program ini dapat merata guna semua masyarakat setempat dapat mengakses sembako yang dibutuhkan.

“Kami usahakan merata. Jadi kalau ngomong dibatasi jumlah khususnya yang barang terbatas, contoh minyak tadi memang stok nya terbatas, jadi kami batasi maksimal tiga per orang supaya tidak diborong satu orang saja. Tapi kalau yang beras ini kan stoknya banyak, jadi silahkan (tidak terbatas),” jelasnya.

Nani Nurianti salah satu warga Dukuh Kupang, mengaku harga sembako yang dijual di Pasar Murah ini lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran. “Kalau minyak biasanya saya beli sekitar Rp19.500, tapi di sini Rp15.000. Selisihnya lumayan,” ujarnya.

Nani yang sehari-hari berjualan juga mengatakan harga yang lebih murah dapat membantu mengurangi modal usaha kecil miliknya. “Dampaknya ada, jadi bisa cari yang lebih murah untuk usaha,” katanya.

Sementara itu di lokasi lain, hari ini kegiatan pasar murah juga digelar di Kelurahan Lidah Wetan. Andri Kurniawan Lurah Lidah Wetan mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan pasar murah yang dijadwalkan bergiliran di beberapa kelurahan dalam satu kecamatan.

“Informasi kegiatan ini kami dapat dari kecamatan karena pelaksanaannya dibagi selama empat hari di beberapa kelurahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, di wilayah Lidah Wetan kegiatan pasar murah dilaksanakan di Balai RW 2 karena lokasinya berada di tengah kawasan permukiman warga sehingga lebih mudah dijangkau masyarakat.

“Balai RW 2 ini posisinya di tengah-tengah perumahan warga, jadi dari timur atau barat bisa lebih mudah mengakses lokasi,” pungkasnya.

Menurutnya, antusiasme warga terhadap pasar murah cukup baik meskipun kedatangan pembeli berlangsung secara bertahap. “Warga cukup menyambut dengan baik. Mereka datang langsung membeli dan bertahap, tidak sampai antre panjang,” katanya.

Pemerintah kelurahan berharap program pasar murah dapat terus digelar jika harga kebutuhan pokok masih mengalami kenaikan, tidak hanya saat Ramadan tetapi juga pada momen lain ketika inflasi meningkat.(mar/kir/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Kamis, 12 Maret 2026
29o
Kurs