Pemerintah Kota Surabaya menemukan, ternyata ada 70 persen penerima Beasiswa Pemuda Tangguh bukan dari keluarga miskin.
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyebut, 70 persen mahasiswa penerima beasiswa itu masuk melalui jalur mandiri.
Padahal, di peraturan wali kota (perwali) mengatur beasiswa hanya untuk mahasiswa berprestasi, artinya non mandiri.
“Lah, ini yang 70 persen itu adalah mandiri. Ketika mandiri itu pasti ada uang gedung. Baru uang UKT. Mangkanya UKT-nya pasti tinggi,” terangnya, Jumat (23/1/2026).
Atas temuan itu, pemkot melakukan pemangkasan beasiswa tidak lagi mengcover penuh tapi menjadi Rp2,5 juta per semester.
“Maka kita sampai ini yang melakukan adalah di dinas terkait verifikasi dan lain-lainnya,” ungkapnya.
Temuan berdasarkan laporan masyarakat itu katanya sudah ditindaklanjuti inspektorat untuk menelusuri dugaan kecurangan yang mengakibatkan lolosnya penerima beasiswa tidak sesuai sasaran.
“Mangkanya dari temuan-temuan inspektorat itu saya meminta untuk memeriksa BPK,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, Eri memastikan pemangkasan beasiswa tak akan mengubah kuliah gratis bagi mahasiswa tidak mampu.(lta/ris/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
