Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim kembali menggelar program mudik gratis menggunakan bus untuk Lebaran 2026, dengan keberangkatan mulai 18 dan 19 Maret mendatang.
Nyono Kepala Dishub Jatim, mengatakan program ini menyediakan total 140 armada bus untuk melayani pemudik. Tujuannya, guna membantu masyarakat sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor.
“Memang Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara rutin akan menggelar mudik gratis. Ini adalah kebijakan Ibu Khofifah Indar Parawansa Gubernur (Jatim) untuk membantu masyarakat kecil Jawa Timur yang akan melakukan mudik, diberikan gratis oleh Ibu Gubernur,” ujarnya saat on air di Radio Suara Surabaya, Minggu (8/3/2025).
Nyono menjelaskan sebetulnya ada dua skema layanan mudik gratis yang disediakan, yakni melalui jalur darat menggunakan bus serta jalur laut menggunakan kapal penyeberangan. Untuk jalur darat, Dishub Jatim menyediakan layanan mudik menggunakan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP).
Lebih rinci, Nyono menjelaskan, untuk pemudik asal Jawa Timur yang berada di Jakarta, Pemprov Jatim menyediakan 40 bus yang akan diberangkatkan pada 18 Maret 2026. Titik keberangkatannya dilakukan dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
“Untuk mudik angkutan jalan itu kita ada skenario bus AKAP, yaitu masyarakat Jawa Timur yang ada di Jakarta itu diberikan fasilitas mudik balik gratis oleh Ibu Gubernur. Itu 40 bus. Itu akan diberangkatkan insyaallah oleh Ibu Gubernur pada tanggal 18 Maret besok,” jelasnya.
Sementara untuk di dalam provinsi, Dishub juga menyediakan layanan bus AKDP bagi masyarakat yang mudik dari Surabaya menuju berbagai daerah di Jatim. Total armada yang disiapkan untuk rute dalam provinsi mencapai 100 bus dengan berbagai tujuan di Jawa Timur.
“Untuk yang AKDP, untuk yang Surabaya ke kota-kota 20 kabupaten-kota yang ada di Jawa Timur itu akan diberangkatkan pada tanggal 19 Maret ini di depan kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.
Pendaftaran mudik gratis dilakukan melalui dua mekanisme, yakni secara online dan offline. Nyono mengatakan pendaftaran online yang dibuka pada 2–5 Maret 2026 langsung diserbu masyarakat dan langsung ludes 10 menit setelah dibuka.
“Pendaftaran online itu dilakukan sudah kemarin tanggal 2 sampai tanggal 5. Nah itu tetapnya 40 persen dari total kapasitas 100 bus. Sekitar 1.600 penumpang kapasitasnya. Dan itu 10 menit dibuka sudah habis,” kata Nyono.
Sementara pendaftaran secara langsung atau offline, dibuka mulai 8 Maret 2026 di Kantor Dishub Jatim sampai kuotanya terpenuhi.
“Kemudian yang kedua pendaftaran offline mulai hari ini tanggal 8 Maret di depan kantor Dishub. Ini mau difasilitasi untuk masyarakat yang tidak paham Android kemudian yang tidak punya waktu untuk pendaftaran online,” ujarnya.

Ia menjelaskan syarat pendaftaran cukup sederhana, yaitu membawa fotokopi KTP atau kartu keluarga. “Persyaratan tidak perlu macam-macam, kalau tidak ada fotokopi KTP ya fotokopi KK,” kata Nyono.
Selain bus, Pemprov Jatim juga menyediakan fasilitas pengangkutan sepeda motor menggunakan truk agar pemudik tidak perlu berkendara jarak jauh.
“Pendaftaran sekarang juga itu mode orangnya pakai bus kemudian kendaraan sepeda motornya diangkut pakai truk. Itu kapasitasnya 200 sepeda motor,” jelas Nyono.
Ia mengatakan sepeda motor akan diangkut menuju daerah tujuan dan diturunkan di unit pelaksana teknis Dishub di sejumlah kabupaten.
“Nanti skemanya motornya dititipkan di Dishub untuk dibawa truk ke daerah, kemudian penumpangnya naik bus berangkat tanggal 19 pukul 07.00 pagi di depan kantor Dishub,” tambahnya.
Selain angkutan darat, Pemprov Jatim juga menyiapkan program mudik gratis melalui jalur laut. Menurut Nyono, layanan ini diperuntukkan bagi masyarakat yang akan menuju wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep.
“Untuk angkutan laut pendaftarannya sudah berjalan. Pendaftaran secara online di sipentol.com,” ujarnya.
Keberangkatan mudik gratis jalur laut ini dimulai pada 8 Maret hingga masa arus balik pada 6 April 2026. Rute pelayaran mudik gratis tersebut melayani perjalanan dari Pelabuhan Jangkar menuju Pulau Raas dan Sapudi.
“Nanti diberangkatkan oleh Ibu Gubernur insyaallah tanggal 15 Maret, hari Minggu, di Pelabuhan Jangkar (Situbondo). Itu ada Jangkar–Raas dan Jangkar–Sapudi,” ujarnya.
Ia menjelaskan kapasitas kapal diperkirakan dapat mengangkut sekitar 3.000 penumpang untuk enam kali perjalanan pulang-pergi. “Kapasitas kendaraan roda dua bisa membawa enam kali PP itu 1.242,” jelas Nyono.
Nyono kembali menegaskan program mudik gratis ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat sekaligus meningkatkan keselamatan selama perjalanan mudik.
“Ini adalah program dari Ibu Gubernur untuk meringankan warga Jawa Timur yang akan melaksanakan mudik. Ibu (Gubernur) juga mengimbau agar masyarakat Jawa Timur terhindar dari kecelakaan di jalan. Jangan gunakan sepeda motor untuk mudik yang jauh,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan program tersebut sehingga perjalanan mudik menjadi lebih aman dan nyaman. “Mudik dengan selamat, balik dengan selamat, bahagia di kampung halaman, kunjungi silaturahmi dengan seluruh keluarga dan kembali dalam kondisi selamat,” pungkasnya. (bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
