Pemulihan infrastruktur telekomunikasi di Aceh selepas bencana disebut sudah mencapai 95 persen.
Meutya Hafid Menteri Komunikasi dan Digital mengatakan, infrastruktur yang pulih meliputi Base Transceiver Station (BTS) milik seluruh operator, sehingga konektivitas masyarakat di wilayah terdampak kembali membaik.
“Konektivitas di Aceh sudah 95 persen untuk seluruh operator dan beroperasi dengan uptime yang cukup tinggi. Kami berharap ini membantu warga tetap terhubung,” ujar Meutya dilansir dari Antara pada Senin (5/1/2026).
Menurut Menkomdigi, dari total 3.208 BTS di Aceh, tersisa tujuh BTS yang masih dalam proses perbaikan.
Sementara data dari masing-masing operator, Telkomsel sudah memulihkan sebanyak 95,92 persen BTS di Aceh, Indosat 96,72 persen, dan XL Smart 95,28 persen.
“Sehingga kita bisa mengatakan bahwa untuk infrastruktur dan komunikasi berbasis BTS untuk Aceh itu sudah dinyatakan pulih,” kata Meutya.
Meutya mengatakan, pemulihan BTS ini penting agar warga tetap dapat terhubung dengan keluarga dan mengakses informasi darurat.
Namun, tidak seluruh BTS yang telah pulih dapat langsung beroperasi karena masih bergantung pada ketersediaan aliran listrik yang stabil atau dukungan genset.
“Saat ini masih ada sekitar 67 BTS yang masih menggunakan genset di Aceh, kalau di Sumatra Utara dan Sumatra Barat itu rata-rata sudah dipasok PLN seluruhnya,” imbuhnya. (ant/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
