Minggu, 12 April 2026

Pendengar SS Cerita Dianiaya Sopir Truk di Tol Gunung Sari: Bahunya Dislokasi, Uang Rp10 Juta Dirampas

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi penganiayaan/pertengkaran/baku hantam. Foto: Grafis suarasurabaya.net

Aksi penganiayaan dan perampasan dialami AYC, salah satu pendengar Radio Suara Surabaya, Sabtu (12/4/2026). Ia menjadi korban penganiayaan oleh seorang sopir truk yang sedang marah-marah dan uangnya sebesar Rp10 juta raib dibawa lari oleh pelaku saat melaju di tol.

Kejadian bermula sekitar pukul 09.30 WIB di Tol Dupak arah ke arah Gunung Sari. Saat itu, kendaraan korban dipotong secara mendadak oleh sebuah truk logistik nopol N 9185 UR yang berpindah jalur tanpa memberikan tanda.

“Saya menyetir, tiba-tiba ada sopir itu dia motong jalan saya mendadak tanpa riting (lampu sein) tanpa aba-aba. Otomatis saya ini ngebel panjang dan mengerem. Nah, saya lihat yang (mobil) lain juga ikut ngebel dan tidak ada tidak ada protes dari yang lain, ya sudah saya jalan seperti biasa. Nah, ternyata truk ini tidak terima. Truk yang saya bel panjang ini tidak terima, dia kejar saya. Sampai di Tol Gunung Sari, saya dihadang sama truk ini,” ujar AYC saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Minggu (12/4/2026).

Penghadangan itu terjadi sekitar 100 hingga 300 meter sebelum pintu keluar Tol Gunung Sari. Korban yang mengendarai mobil jenis Isuzu Traga dipaksa berhenti di bahu jalan oleh truk tersebut.

Sopir truk itu kemudian turun dan langsung melakukan tindakan anarkis. Korban sempat berusaha memberikan penjelasan, tidak dihiraukan dan pelaku langsung melakukan pemukulan secara bertubi-tubi dan mencoba merampas tas milik korban yang berisi uang untuk setoran pabrik.

“Saya sempat dipukul berulang-ulang kali dan akhirnya uang ini raib yang Rp10.000.000. Terus bahu saya ini mengalami dislokasi karena saya nahan. Kan tas saya ditarik. Saya jatuh nahan, bahu saya ini mengalami dislokasi. Tergeser,” ungkapnya.

AYC menjelaskan bahwa di dalam tas tersebut terdapat dua bendel uang, yakni senilai Rp10 juta dan Rp16 juta. Saat terjadi tarik-menarik, satu bendel uang Rp10 juta terjatuh dan langsung diambil oleh pelaku sebelum melarikan diri.

Pelaku melarikan diri setelah sopir truk lain datang dan berusaha melerai. Sementara untuk korban, meski dalam kondisi kesakitan, sempat memotret kendaraan pelaku sebagai bukti untuk laporan kepolisian.

“Waktu dipukuli itu ada sopir yang melerai. Itu truk kontainer warna biru. Saya ingat betul bapaknya itu, dia bilang, ‘pak sampeyan enggak apa-apa’, ‘enggak apa-apa mana HP saya’, saya bilang kayak gitu. Terus dia, ‘ini pak sudah saya amankan HP-nya’. Terus saya foto truk yang lari itu yang yang habis pukul saya itu,” katanya.

Kendaraan itu, menurutnya truk Fuso Box dengan kepala (head) berwarna merah dan box berwarna hitam bernomor polisi N 9185 UR. Sementara ciri-ciri sopir truknya, diperkirakan berusia 35 hingga 40 tahun, berambut cepak, dengan warna kulit sawo matang cenderung gelap.

Truk Fuso Box dengan kepala (head) berwarna merah dan box berwarna hitam bernomor polisi N 9185 UR yang sopirnya diduga menganiaya pendengar SS di ruas tol gunungsari. Foto: ACY via WA SS

Setelah kejadian, korban pun berusaha mengarah ke Exit Tol Gunung Sari dengan kondisi mengalami dislokasi bahu, untuk minta pertolongan ke petugas di sana.

“Waktu itu dalam bahu saya dislokasi itu, saya berusaha untuk bisa sampai ke sana.  Akhirnya sampai di pintu exit Gunung Sari saya minta tolong petugas di sana.

Begitu mendapatkan bantuan dari petugas di gerbang keluar Tol Gunung Sari dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Wijaya Wiyung karena cedera bahu yang cukup parah. Pada Sabtu siang, korban pun telah menjalani operasi.

“Saya minta ‘pak, saya sudah enggak kuat lagi’, pak, bahu saya ini sudah dislokasi. Saya bilang kayak gitu. Saya enggak kuat nahannya. Akhirnya saya diantar ke rumah sakit,” ungkapnya.

Adapun Kasus ini kini telah ditangani oleh jajaran Reskrim Polsek Dukuh Pakis. Korban menyebut petugas kepolisian sudah menjemput bola dengan mendatangi dirinya saat masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Hari ini saya langsung buat laporan lagi secara tertulis ke (Polsek) Dukuh Pakis. Untuk melanjutkan proses hukum karena kan saya belum divisum. Ini harus di visum,” pungkasnya. (bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Minggu, 12 April 2026
32o
Kurs