Kelompok pembela kebebasan sipil dan hak-hak migran menyerukan aksi unjuk rasa nasional pada, Sabtu (10/1/2026) waktu setempa memprotes tewasnya seorang aktivis di Minnesota yang ditembak oleh Agen Imigrasi Amerika Serikat (AS/ICE).
Reuters melaporkan seruan ini muncul bersamaan dengan dibukanya penyelidikan terpisah oleh otoritas negara bagian atas insiden tersebut.
Penyelenggara aksi menyebut lebih dari 1.000 kegiatan demonstrasi akan digelar di berbagai kota di AS sepanjang akhir pekan. Mereka menuntut penghentian pengerahan besar-besaran agen ICE yang diperintahkan Donald Trump Presiden, terutama ke kota-kota yang dipimpin politisi Partai Demokrat.
Minneapolis sendiri menjadi pusat perhatian sejak, Rabu (10/1/2026) lalu, setelah seorang petugas ICE menembak mati Renee Good (37 tahun), ibu tiga anak, saat ia berada di dalam mobilnya di sebuah kawasan permukiman.
Insiden ini terjadi di tengah operasi besar-besaran yang oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) disebut sebagai “operasi terbesar dalam sejarah DHS”.
Tim Walz Gubernur Minnesota dari Partai Demokrat, mengecam pengerahan tersebut. Ia menyebut langkah pemerintah federal sebagai “sembrono” dan mencerminkan praktik “pemerintahan ala reality show”.
Pada saat kejadian, Renee Good diketahui ikut dalam kegiatan “patroli lingkungan”, kelompok warga yang memantau dan mendokumentasikan aktivitas agen ICE. Namun, DHS dan pejabat pemerintahan Trump memberikan versi berbeda.
Kristi Noem Menteri Keamanan Dalam Negeri menyatakan bahwa Good telah “menghalangi” dan “menguntit” agen ICE sepanjang hari. Ia juga mengklaim bahwa petugas menembak untuk membela diri ketika Good mencoba menabraknya dengan mobil, yang disebut sebagai “tindakan terorisme domestik”.
Sebaliknya, Jacob Frey Wali Kota Minneapolis menyatakan video warga yang beredar justru “bertentangan langsung dengan narasi sampah pemerintah federal”. Aktivis kebebasan sipil menilai rekaman tersebut menunjukkan tidak ada alasan kuat bagi petugas untuk menggunakan kekuatan mematikan.
“Video itu memperlihatkan tidak ada justifikasi untuk penggunaan senjata api,” kata para pembela hak sipil.
Ketegangan Negara Bagian dan Pemerintah Federal
Di tengah perbedaan versi yang tajam, aparat penegak hukum Minnesota dan Hennepin County membuka penyelidikan kriminal sendiri yang terpisah dari investigasi federal oleh FBI.
Sejumlah pejabat pemerintahan Trump, termasuk JD Vance Wakil Presiden AS, menyatakan jaksa negara bagian tidak memiliki yurisdiksi untuk menuntut petugas federal. Namun, para pakar hukum menegaskan bahwa kekebalan hukum federal dalam kasus seperti ini tidak otomatis berlaku.
Situasi yang semakin memanas membuat Tim Walz Gubernur menyiagakan Garda Nasional Minnesota. Walz sendiri dikenal sebagai salah satu pengkritik keras Trump dan bahkan pernah menyebut Trump serta sekutu Republiknya “aneh” dalam kampanye politik tahun lalu.
Ketegangan juga meningkat di Portland, Oregon, ketika seorang agen Patroli Perbatasan AS menembak dan melukai sepasang pria dan wanita di dalam mobil mereka, saat upaya penghentian kendaraan. DHS kembali menyatakan pengemudi berusaha “menjadikan mobil sebagai senjata” untuk menyerang petugas.
DHS mengklaim kedua korban adalah warga Venezuela yang berada di AS secara ilegal dan memiliki kaitan dengan geng kriminal. Namun, tuduhan itu tidak disertai bukti yang jelas. Wali Kota Portland Keith Wilson mengatakan dirinya tidak bisa menerima klaim pemerintah begitu saja tanpa adanya penyelidikan independen.
“Tanpa investigasi yang netral, kita tidak bisa memastikan apakah pernyataan pemerintah itu benar-benar berdasarkan fakta,” ujar Wilson.
Bukti Video Bertentangan dengan Klaim Pemerintah
Kasus penembakan Renee Good terjadi hanya beberapa blok dari lokasi tewasnya George Floyd pada 2020 lalu, yang memicu gelombang protes keadilan rasial di seluruh AS.
Video warga menunjukkan beberapa petugas bertopeng mendekati mobil Honda SUV milik Good yang berhenti miring dan sebagian menghalangi jalan. Seorang agen terlihat memerintahkan Good keluar dari mobil sambil memegang gagang pintu. Ketika mobil mulai bergerak maju dan berbelok menjauh, satu petugas terlihat mundur dan menembakkan tiga peluru ke arah kendaraan.
Rekaman dari kamera tubuh petugas, yang diidentifikasi sebagai Jonathan Ross, menunjukkan Good dalam kondisi tenang. Ia bahkan sempat berkata, “Tidak apa-apa, Bung, saya tidak marah kepada Anda,” beberapa saat sebelum tembakan dilepaskan.
Dalam sebuah video, bumper depan mobil tampak sudah melewati posisi Ross sebelum ia menembak. Tidak ada bukti jelas bahwa mobil tersebut benar-benar menabraknya.
Setelah kejadian, Ross terlihat masih bisa berdiri dan berjalan, bertentangan dengan klaim Trump di media sosial yang mengatakan bahwa Good “menabrak agen ICE”.
Gelombang Protes Nasional
Dua insiden penembakan oleh aparat DHS dalam sepekan terakhir telah memicu ribuan demonstran turun ke jalan di Minneapolis, Portland, dan kota-kota lain. Aksi lanjutan dengan slogan “ICE Out For Good” dijadwalkan berlangsung sepanjang Sabtu dan Minggu.
Unjuk rasa ini digerakkan oleh koalisi berbagai organisasi, termasuk American Civil Liberties Union (ACLU), MoveOn Civic Action, Voto Latino, dan Indivisible, yang sebelumnya juga terlibat dalam gerakan “No Kings” menentang kebijakan Trump Presiden.
Aksi ini makin meningkatkan kekhawatiran publik atas pendekatan keras pemerintah AS dalam penegakan imigrasi, serta tudingan bahwa pengerahan aparat bersenjata justru memperbesar risiko kekerasan terhadap warga sipil. (bil/iss)







