Minggu, 11 Oktober 2026

Pengendara Keluhkan Speed Bump di Jalan Rungkut Industri, PT SIER Akan Evaluasi

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi kawasan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER). Foto: Istimewa

Sejumlah pendengar Radio Suara Surabaya (SS), Sabtu (10/10/2026) kemarin, mengeluhkan keberadaan speed bump atau polisi tidur di kawasan SIER, Jalan Raya Rungkut Industri, Surabaya. Mereka menilai speed bump itu terlalu tinggi, dan berisiko membahayakan pengendara maupun merusak kendaraan.

Ismail pendengar Suara Surabaya mengatakan, bentuk speed bump di kawasan tersebut cukup meresahkan. Menurutnya, pengendara yang melintas dengan kecepatan tinggi berisiko terjatuh, sebaliknya jika terlalu pelan juga bisa kehilangan keseimbangan.

“Speed bump di SIER sangat meresahkan dan berbahaya, karena bentuknya terlalu tinggi. Dilewati dengan kecepatan tinggi bisa berisiko jatuh dan merusak kendaraan motor. Dilewati dengan kecepatan rendah juga berisiko tidak seimbang,” kata Ismail lewat pesan tertulis kepada Suara Surabaya, Sabtu.

Keluhan serupa disampaikan Lidya pendengar SS lainnya, yang menyebut speed bum itu bisa merusak kendaraan dengan bodi rendah. “Terlalu tinggi itu speed trap-nya. Merusak mobil saya, meskipun sudah jalan pelan banget. Terutama mobil-mobil Honda yang pendek,” ujarnya.

Namun, ada juga pendengar yang menilai keberadaan speed trap tersebut diperlukan. Zaenal Abidin pendengar SS lainnya mengatakan, fasilitas itu dipasang agar pengendara memperlambat laju kendaraan karena banyak pekerja menyeberang di sekitar kawasan SIER.

“Itu gunanya supaya orang pelan-pelan, karena banyak pegawai di sekitar SIER yang menyeberang. Makanya dikasih speed trap,” kata Zaenal.

Respon PT SIER

Menanggapi keluhan itu, Yogi Widi Kurniawan Corporate Secretary PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menyampaikan terima kasih atas perhatian dan masukan masyarakat terkait pemasangan speed bump tersebut.

“SIER menyampaikan terima kasih atas perhatian, atensi, dan masukan masyarakat terkait pemasangan speed bump atau yang dikenal sebagai polisi tidur di Jalan Raya Rungkut Industri. SIER juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jalan saat melintasi fasilitas tersebut,” kata Yogi dalam keterangan yang diterima Suara Surabaya, Minggu (11/10/2026).

Yogi menjelaskan, pemasangan speed bump dilakukan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Menurutnya, kawasan itu rawan terjadi kecelakaan lalu lintas, karena adanya pengendara yang memotong jalur U-turn untuk menuju SPBU di sekitar lokasi.

Menurutnya, keberadaan SPBU yang berdekatan dengan pertigaan juga meningkatkan aktivitas kendaraan, pekerja, dan masyarakat di sekitar kawasan.

Karena itu, kata Yogi, diperlukan pengendalian kecepatan untuk meminimalkan potensi kecelakaan serta menjaga keselamatan pengguna jalan, pekerja, dan kelancaran aktivitas logistik di kawasan industri.

Namun, ia menjelaskan kalau speed bum itu masih dalam rentang yang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2021, yakni 5–9 sentimeter, dengan lebar bagian atas 35–39 sentimeter.

“Dari aspek teknis, ketinggian speed bump yang terpasang saat ini adalah lima sentimeter. Ukuran tersebut berada dalam rentang ketinggian speed bump yang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2021,” kata Yogi.

Berdasarkan evaluasi sementara, keberadaan speed bump dinilai efektif mengurangi kecepatan kendaraan saat melintasi titik tersebut. SIER menyebut upaya itu bagian dari komitmen menerapkan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), termasuk mengendalikan potensi bahaya lalu lintas di lingkungan kawasan industri.

Meski demikian, Yogi mengatakan SIER memahami masukan masyarakat mengenai kenyamanan berkendara. Karena itu, SIER akan kembali berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Polsek Tenggilis, untuk mengevaluasi model speed bump yang saat ini terpasang.

“SIER memahami masukan masyarakat mengenai kenyamanan berkendara. Oleh karena itu, SIER akan kembali berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk dengan Polsek Tenggilis untuk mengevaluasi model speed bump yang saat ini terpasang, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Yogi menegaskan, SIER berkomitmen menjaga keseimbangan antara keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. “Masukan masyarakat menjadi bagian penting dalam evaluasi agar fasilitas pengendalian lalu lintas dapat berfungsi optimal tanpa mengabaikan kebutuhan para pengguna jalan,” pungkasnya. (bil/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Minggu, 11 Oktober 2026
34o
Kurs