Keluarga ASN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan berinisial RY yang ditemukan meninggal di dalam mobil di parkiran Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Risang Bima Wijaya kuasa hukum keluarga RY mengatakan, pihak keluarga menunjuknya untuk mendampingi proses hukum, termasuk autopsi dan identifikasi, karena penemuan jenazah itu masih menyisakan banyak pertanyaan.
“Karena ini belum tahu penyebab meninggalnya seperti apa akan diduga ini apakah wajar atau tidak wajar,” kata Risang saat on air di FM 100 Radio Suara Surabaya, Rabu (24/6/2026).
Menurut Risang, identitas korban awalnya diketahui dari mobil yang ditemukan di lokasi. Mobil itu disebut sebagai kendaraan dinas yang biasa digunakan RY. Korban merupakan ASN Pemkab Bangkalan di Dinas PRKP.
BACA JUGA: Kronologi Penemuan Jenazah Perempuan di Parkiran Bandara Juanda
Risang menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga, RY meninggalkan rumah pada Kamis (18/6/2026) pekan lalu dengan pamit bekerja seperti biasa. Korban juga sempat memberi tahu anaknya dia akan pulang pada Sabtu (20/6/2026).
“Ibu RY ini meninggalkan rumah pamit bekerja seperti biasa pada hari Kamis,” ujarnya.
Selama beberapa hari setelah berangkat, korban masih sempat berkomunikasi dengan keluarga. Risang menyebut, komunikasi terakhir terjadi pada Sabtu pagi. Setelah itu, RY tidak bisa lagi dihubungi.
“Hanya mengatakan nanti pulang Sabtu gitu saja,” kata Risang menjelaskan isi komunikasi terakhir korban.
Keluarga sempat berencana melapor kehilangan pada Selasa (23/6/2026). Namun, suami korban meminta keluarga menunggu lebih dulu. Tidak lama kemudian, keluarga mendapat informasi dari media sosial Fanpage Facebook e100 milik Suara Surabaya Media tentang penemuan mobil yang ternyata digunakan RY.
Setelah kabar itu muncul, keluarga mendatangi lokasi dan rumah sakit untuk memastikan identitas korban. Adik korban mendatangi Juanda untuk proses identifikasi, sementara Risang menuju RS Pusdik karena jenazah dibawa ke sana.
Risang juga menegaskan, keluarga belum bisa memastikan sejumlah informasi awal yang beredar, termasuk dugaan korban dalam kondisi hamil. Menurutnya, kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan. Sehingga, membengkak dan perlu pemeriksaan medis.
“Kami kalau ngomong hamil belum berani memastikan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, kondisi tubuh korban yang membesar tidak bisa langsung disimpulkan sebagai tanda kehamilan. Apalagi, korban diduga sudah meninggal sejak beberapa hari sebelumnya di dalam mobil yang berada di area parkir.
Terkait cairan yang sempat dikira darah dan terlihat menetes dari kendaraan, Risang menyebut hal itu bukan darah, melainkan cairan dari jenazah.
“Itu cairan jenazah,” katanya.
Risang menyatakan, keluarga menyerahkan proses penyelidikan kepada kepolisian. CCTV, barang-barang yang ditemukan, serta proses identifikasi akan menjadi bagian dari pemeriksaan Polres Sidoarjo.
Dia meminta semua pihak menunggu hasil autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
“Harus autopsi untuk mengetahui sebab kematiannya,” tandas Risang.(ham/rid)
NOW ON AIR SSFM 100

