“Keempat, Santri 5.0, untuk santri yang ahli ilmu agama dan terampil. Serta yang kelima, dakwah digital, yakni dakwah pesantren hadir secara kreatif dan relevan di ruang digital,” ujar Menag.
Di peringatan Hari Santri Nasional 2026, ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh santri dan mendorong untuk terus meningkatkan prestasi serta berbangga terhadap kontribusi pesantren bagi Indonesia.
Ia mengimbau para orang tua agar tidak ragu memilih pesantren sebagai tempat pendidikan anak, dengan tetap memperhatikan kualitas lembaga, sistem pengasuhan, dan jaminan perlindungan bagi santri.
Menurut Nasaruddin, pesantren memiliki potensi besar untuk menciptakan generasi yang tidak hanya kuat dalam pemahaman agama, namun unggul dalam ilmu pengetahuan, mempunyai karakter baik, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Lahirnya Ditjen Pesantren di tengah dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran pesantren dalam sistem pendidikan nasional.
NOW ON AIR SSFM 100

