“Jadi situasinya adalah pada saat kami mengirimkan dari terminal ke SPBU butuh waktu. Kendala kepadatan lalu lintas juga menjadi penentu percepatan jadwal pengiriman,” jelasnya.
Menurut Ahad, keterlambatan pengiriman paling tinggi disebabkan kondisi lalu lintas, mengingat mobil tangki berukuran besar dan pergerakannya juga dipantau melalui GPS.
Pertamina juga menghimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan, disisi lain pihak pertamina juga sudah melakukan penjadwalan secara rutin.
“Masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu panic buying. Untuk Surabaya Raya sendiri wilayah Jatim lebih dari 60 juta liter pertalite sudah standby untuk didistribusikan,” jelasnya.
Ia juga memastikan tidak ada kelangkaan BBM pertalite. Menurutnya, jika SPBU tersebut kosong, justru seharusnya tidak ada antrean. “Kita meluruskan, jika ada antrean, belum tentu terjadi kelangkaan karena masyarakat mengantre pasti barangnya ada,” jelasnya. (fia/bil/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

