Selasa, 7 April 2026

PJS Tegaskan Tak Pernah Tolak Kehadiran Parkir Digital, Hanya Minta Dihargai

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Izul Fiqri Ketua Umum Paguyuban Jukir Surabaya (PJS) saat diwawancara awak media setelah dilakukan penertiban di kawasan Jalan Manyar Kertoarjo karena jukir tidak mengaktivasi rekening untuk mendukung digitalisasi parkir, Selasa (7/4/2026). Foto: Akira suarasurabaya.net

Paguyuban Jukir Surabaya (PJS) menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menolak kehadiran parkir digital yang akan diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya per April 2026.

Izul Fiqri Ketua Umum PJS mengatakan, digitalisasi menjadi program yang cukup baik, terlebih untuk transparansi ke masyarakat. Hanya saja, yang menjadi perhatian PJS adalah nilai bagi hasilnya.

“Bagi hasil 60:40 persen itu kecil. Kami di lapangan punya tanggung jawab besar. Kalau motor hilang, kami yang tanggung jawab. Kan nggak bisa kalau pembagian kecil itu,” katanya, Selasa (7/4/2026) setelah inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan tim gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, sejumlah dinas lain, dan aparat penegak hukum (APH).

Selain bagi hasil, pihaknya juga meminta adanya asuransi kehilangan hingga didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan, karena masuk dalam pekerjaan yang berisiko.

Dalam sidak yang diadakan di kawasan Jalan Manyar Kertoarjo pada Selasa hari ini, Izul menilai bahwa Dishub Kota Surabaya terkesan kurang merangkul.

“Kalau menurut saya, antara Dishub dengan juru parkir ini kurang komunikasi. Komunikasinya buntu. Dishub juga tidak memberilan pembinaan untuk kami. Cuma ambil kewajiban setorannya, tapi jukirnya nggak dibina. Sehingga hubungan emosionalnya tidak terjalin,” ungkapnya.

Adapun terkait 536 jukir yang belum mengaktifkan rekening ATM untuk sistem digitalisasi, Izul mengaku PJS belum pernah diajak duduk bersama secara resmi oleh pihak Dishub untuk mencari solusi.

“Kemarin ada, tapi agendanya ‘Halal bi Halal’, eh ternyata malah berisi sosialisasi voucher parkir secara mendadak,” tambahnya.

Trio Wahyu Bowo Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya saat diwawancara awak media. Foto: Akira suarasurabaya.net

Sebelumnya, Dishub Kota Surabaya mengadakan sidak di kawasan Jalan Manyar Kertoarjo untuk menindaklanjut pembekuan 600 jukir yang belum melakukan aktivasi rekening.

Dari hasil sidak itu, sebanyak tujuh jukir mulai mengurus aktivasi rekening untuk mendukung program digitalisasi parkir.

“Menindaklanjuti surat kami terkait pembekuan 600 jukir yang tidak mendukung digitalisasi parkir, Alhamdulillah hari ini di Manyar kurang lebih tujuh jukir sudah berkenan mengurus aktivasi rekening,” tutur Trio Wahyu Bowo Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya.

Sementara hingga selesai sidak yang digelar hari ini, masih ada 536 jukir yang belum melakukan aktivasi rekening.

Sedangkan 64 jukir telah melakukan aktivasi pada Senin (6/4/2026) sore sampai Selasa siang ini. (kir/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Selasa, 7 April 2026
32o
Kurs