Selasa, 13 Oktober 2026

Polisi Selidiki Penyebab Kematian Perempuan 18 Tahun di Kawasan Lontar Surabaya

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Tim Inafis saat melakukan pemeriksaan dan olah TKP terhadap perempuan 18 tahun yang ditemukan meninggal dunia di Jalan Lontar, Selasa (13/10/2026). Foto: Polsek Lakarsantri

Kepolisian masih menyelidiki penyebab kematian perempuan berinisial ORO (18 tahun) yang ditemukan tak bernyawa di sebuah tempat tidur kayu dalam akses masuk rumah kos kawasan Lontar, Surabaya, Selasa (13/10/2026).

Kompol Imam Solikin Kapolsek Lakarsantri menjelaskan, korban diketahui merupakan warga Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Surabaya.

Korban yang merupakan pegawai Warkop Masbro Coffee ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 09.00 WIB oleh seorang warga.

Berdasarkan keterangan kepolisian, saksi Dimas Riyan Saputra pengelola sebuah warung kopi, terakhir bertemu korban pada Senin (12/10/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

“Saat itu, korban datang ke warung untuk mengambil jaket. Saksi sempat menanyakan tujuan korban, yang dijawab bahwa dirinya hendak pergi,” ujar Imam saat dikonfirmasi suarasurabaya.net.

Selain itu, dari keterangan yang dihimpun kepolisian, korban juga sempat berpamitan kepada saksi pada Minggu (11/10/2026), setelah menerima gaji, untuk pulang ke Cepu.

Kemudian pada Selasa pagi, saksi menerima kabar dari warga bernama Ranti bahwa korban berada di atas tempat tidur kayu di akses masuk rumah kos Jalan Raya Lontar.

Saksi Dimas lalu mendatangi lokasi dan mendapati korban sudah terbaring tanpa bergerak saat berusaha dibangunkan.

“Saksi bersama warga kos selanjutnya menghubungi layanan kepolisian melalui nomor 110,” tuturnya.

Petugas kepolisian bersama Tim Inafis kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan melakukan olah TKP. Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa telepon seluler dan identitas milik korban.

Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, Imam menyebut tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan awal korban meninggal, akibat henti jantung

Jenazah selanjutnya dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Diduga meninggal akibat henti jantung. Namun, penyebab pasti kematian masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis, termasuk visum luar terhadap jenazah di RSUD BDH Surabaya,” ucapnya. (wld/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Selasa, 13 Oktober 2026
30o
Kurs