Kepolisian menjelaskan kronologi gondola yang terombang-ambing dihantam hujan badai di apartemen kawasan Surabaya Barat, Senin (2/3/2025) siang. Insiden tersebut mengakibatkan satu pekerja meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka.
Berdasarkan data yang diterima suarasurabaya.net, peristiwa terjadi ketika dua orang yang tengah bekerja di luar apartemen menggunakan dua unit gondola yang menggantung di sisi bangunan.
Kemudian hujan deras yang turun secara tiba-tiba disertai angin kencang membuat alat dan tempat bertumpu pekerja bergoyang hebat dan tersapu angin.
“Kemudian dilakukan evakuasi oleh tim dari apartemen dibantu oleh tim BPBD dan pemadam kebakaran. Terdapat dua korban. Satu luka dan satu meninggal dunia,” bunyi laporan yang disampaikan Kompol Imam Solikin Kapolsek Lakarsantri.

Korban meninggal dunia berinisial ES, warga Tambak Wedi Baru, Surabaya. Sedangkan korban luka tercatat berinisial RB, warga Tambak Wedi, Surabaya.
Polisi menyatakan, selama proses pengamanan dan evakuasi berlangsung, situasi tetap aman dan terkendali.
BACA JUGA: Satu Teknisi Meninggal Usai Terombang-ambing Badai di Apartemen Surabaya Barat
BACA JUGA: Kronologi Dua Pekerja Sealant Terjebak Badai di Apartemen Surabaya Barat
BACA JUGA: Hujan Badai, Petugas Pembersih Kaca Apartemen Tergelantung dan Terombang-ambing
Sebelumnya, pihak manajemen apartemen menyebut bahwa kedua pekerja itu dalam kondisi sadar. Namun, dalam perkembangan terbaru yang diterima Radio Suara Surabaya, satu orang dilaporkan meninggal dunia.
“Betul. Setelah dievakuasi, satu orang dinyatakan meninggal dunia,” kata Melly Muryana Building Manager Water Place Residence kepada Radio SS, Senin sore.
Melly juga menjelaskan kronologi dua pekerja yang terombang-ambing di apartemen akibat dihantam hujan badai.
“Ada dua orang pekerja. Saat hendak turun, mereka terkena angin kencang. Mereka terhenti di lantai 25 dan terombang-ambing,” ungkap Melly. Melly mengungkapkan bahwa kedua pekerja tersebut dilengkapi dengan pengaman tubuh. (saf/ipg)









