Kamis, 8 Januari 2026

Polri Percepat Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, 177 Sumur Bor Air Bersih Aktif

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Pondok Pesantren Darul Mukhlisin yang sempat terdampak kekuatan air dan material kayu dari banjir bandang di Aceh Tamiang pada 26 November 2025 kini telah bersih dari tumpukan kayu. Foto: Humas Bakom RI

Polri terus berupaya mempercepat proses pemulihan di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, setelah bencana banjir bandang yang melanda daerah tersebut pada akhir November 2025.

Satu di antara langkah utama yang diambil adalah penyediaan air bersih untuk masyarakat yang terdampak, yang menjadi kebutuhan mendasar setelah sebagian besar sumber air tercemar akibat banjir.

Hingga 5 Januari 2026, Polri telah berhasil membangun 177 titik sumur bor air bersih yang tersebar di 12 kecamatan dan 66 desa di Aceh Tamiang. Pembangunan sumur bor ini difokuskan pada lokasi strategis, seperti tempat ibadah, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, kantor pemerintahan, dan permukiman warga, termasuk area pengungsian.

Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Karo Penmas Divisi Humas Polri, menjelaskan bahwa air bersih merupakan satu di antara prioritas utama dalam tahap pemulihan pascabencana.

“Setelah bencana besar yang melanda Aceh Tamiang, Polri langsung bergerak cepat untuk memastikan masyarakat yang terdampak dapat segera mengakses air bersih. Pembangunan sumur bor difokuskan di titik-titik penting, seperti fasilitas publik dan permukiman warga, agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh banyak pihak,” ujar Trunoyudo dalam keterangan pers yang diterima pada Selasa (6/1/2026).

Penyediaan air bersih di tengah krisis ini dianggap penting untuk mendukung kesehatan masyarakat, yang sangat bergantung pada akses air bersih untuk kebutuhan rumah tangga, sanitasi, serta menjaga kebersihan lingkungan.

“Dengan adanya akses air bersih, masyarakat dapat melanjutkan aktivitas mereka dengan lebih aman. Kebutuhan dasar seperti air sangat penting dalam proses pemulihan kehidupan setelah bencana,” tambahnya.

Polri telah menetapkan target 400 titik sumur bor di seluruh Provinsi Aceh, dengan 300 titik untuk Aceh Tamiang dan 89 titik untuk kabupaten/kota lainnya. Hingga saat ini, sudah 208 titik sumur bor yang berhasil dibangun dan sebagian besar telah aktif dan digunakan oleh masyarakat.

Di Kabupaten Aceh Tamiang, pembangunan sumur bor ini terbagi dalam berbagai lokasi, antara lain:
– 48 titik di tempat ibadah (masjid, gereja, dan lain-lain)
– 62 titik di sarana pendidikan (sekolah, madrasah)
– 18 titik di fasilitas kesehatan (puskesmas, klinik)
– 14 titik di kantor pemerintahan
– 31 titik di permukiman warga
– 2 titik di area publik
– 2 titik di lokasi pengungsian

Dari total 177 titik sumur bor yang telah dibangun, tiga di antaranya adalah sumur dalam dengan kedalaman 60 hingga 100 meter, sementara sisanya adalah sumur dangkal dengan kedalaman 20 hingga 40 meter.

Selain di Aceh Tamiang, Polri juga membangun sumur bor di beberapa daerah lain, seperti Aceh Utara, Kota Langsa, Aceh Timur, dan beberapa wilayah lainnya.

Trunoyudo juga menegaskan bahwa Polri tidak bekerja sendiri dalam upaya ini. Kerjasama dengan berbagai instansi dan pihak terkait sangat penting untuk memastikan pemulihan berjalan dengan cepat dan efektif.

“Keberadaan air bersih sangat vital dalam memulihkan kondisi masyarakat pascabencana. Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat terus berkolaborasi untuk memastikan semua kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan adanya sumur bor air bersih yang tersebar di seluruh wilayah, masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari mereka dengan lebih nyaman dan lebih cepat menanggulangi dampak bencana yang ditinggalkan.

“Polri akan terus memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat yang terdampak bencana,” kata Trunoyudo.

Polri berharap upaya yang dilakukan dalam penyediaan air bersih ini akan mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat di Aceh Tamiang, sekaligus mengurangi potensi penyakit yang dapat muncul akibat kurangnya akses air bersih. Pembangunan sumur bor ini menjadi simbol komitmen negara untuk terus hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi warga yang membutuhkan pascabencana. (faz/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Kamis, 8 Januari 2026
28o
Kurs