Jumat, 16 Oktober 2026

Polri Targetkan 70 Ribu Polisi Khusus Kehutanan untuk Perkuat Penjagaan Hutan

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Ratusan Polisi hutan dari polri saat pelantikan, Jumat (16/10/2026). Foto: istimewa

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat upaya perlindungan hutan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menindaklanjuti arahan Prabowo Subianto Presiden kepada Jenderal Suyudi Ario Seto Kapolri, Polri menyiapkan penguatan kapasitas Polisi Khusus Kehutanan dengan target mencapai 70.000 personel.

Langkah tersebut direalisasikan secara bertahap melalui pendidikan dan pelatihan. Hingga saat ini, sebanyak 586 personel telah menuntaskan pendidikan dan pelatihan Polisi Khusus Kehutanan di Pusat Pendidikan Pembinaan Masyarakat (Pusdik Binmas) Lemdiklat Polri.

Pelantikan personel tersebut dipimpin Komjen Pol Herry Heryawan Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri dalam upacara pelantikan Polisi Khusus Kehutanan Tahun Anggaran 2026, Jumat (16/10/2026).

Herry mengatakan, penyelesaian pendidikan terhadap ratusan personel tersebut menjadi bagian dari langkah konkret Polri dalam mendukung perlindungan kawasan hutan di Indonesia.

“Sebagai tindak lanjut, hari ini kita telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan Polisi Khusus Kehutanan bagi 586 personel,” ujar Herry.

Ia menjelaskan, penguatan sumber daya manusia menjadi faktor penting untuk meningkatkan kemampuan negara dalam menjaga kawasan hutan, mengantisipasi kebakaran, serta melindungi keanekaragaman hayati dari berbagai ancaman kerusakan lingkungan.

Menurut Herry, personel Polisi Khusus Kehutanan tidak hanya dituntut memiliki keterampilan operasional, tetapi juga harus menjunjung tinggi kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas dalam menjalankan tugas.

“Integritas adalah harga mati bagi seorang Polisi Khusus Kehutanan. Jangan pernah mau berkompromi dengan para perusak lingkungan, dan jangan sekali-kali menyalahgunakan wewenang yang telah dipercayakan oleh negara,” tegasnya.

Selama mengikuti pendidikan, 586 personel tersebut memperoleh pembekalan berbagai keterampilan kepolisian. Materi yang diberikan meliputi deteksi dini, pemolisian masyarakat, pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli, hingga penanganan awal tempat kejadian perkara.

Pembekalan itu diharapkan dapat meningkatkan kemampuan personel dalam mengawasi kawasan hutan, mengenali potensi gangguan keamanan, serta mendukung langkah pencegahan dan penanganan karhutla secara lebih efektif.

Selain kemampuan lapangan, penguasaan teknologi juga menjadi perhatian dalam penguatan Polisi Khusus Kehutanan.

Personel diharapkan mampu memanfaatkan drone, analisis citra satelit, pemantauan titik panas atau hotspot, serta sistem informasi intelijen kehutanan.

Herry menilai, pemanfaatan teknologi menjadi kebutuhan penting untuk menghadapi tantangan perlindungan hutan yang semakin kompleks.

“Jadilah Polisi Khusus Kehutanan yang responsif, modern, dan adaptif terhadap dinamika era digital,” pesannya kepada para personel.

Di samping peningkatan kompetensi, Herry menegaskan bahwa perlindungan hutan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Upaya tersebut tidak dapat hanya mengandalkan aparat, melainkan harus didukung kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat.

Ia meminta Polisi Khusus Kehutanan memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, kejaksaan, masyarakat adat, serta kelompok masyarakat peduli api.

“Tugas menjaga hutan dan pencegahan karhutla tidak bisa dilakukan sendirian,” kata Herry.

Menurutnya, kolaborasi tersebut berperan penting dalam memperkuat pengawasan, meningkatkan deteksi dini, serta mempercepat respons terhadap potensi kebakaran dan ancaman kerusakan ekosistem, khususnya di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Pendekatan ini juga sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, yakni mendorong kemitraan antara aparat dan warga sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus kelestarian lingkungan.

Herry berharap para personel yang telah menyelesaikan pendidikan dapat menerapkan seluruh pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh saat kembali bertugas di berbagai wilayah Indonesia.

Ia turut mengapresiasi Pusdik Binmas Lemdiklat Polri, tenaga pendidik, dan instruktur yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan pendidikan tersebut.

“Jadikan pencapaian tersebut sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.(faz/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Jumat, 16 Oktober 2026
35o
Kurs