Prabowo Subianto Presiden melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/7/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga melantik Prof. Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia.
Donny sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan. Sementara Yos merupakan Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia. Setelah pembacaan keputusan, Prabowo memimpin pengambilan sumpah jabatan Donny dan Yos.
“Bahwa saya akan setia dan memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” kata Prabowo yang diikuti kedua pejabat.
Keduanya juga bersumpah menjunjung tinggi etika jabatan serta bekerja dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab.
Prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan dan pemberian ucapan selamat oleh Prabowo, Gibran Rakabuming Raka Wakil Presiden, serta para undangan.
Pelantikan tersebut sekaligus menandai pembentukan Universitas Republik Indonesia, lembaga baru yang disiapkan pemerintah untuk mendidik calon-calon pemimpin bangsa.
Prasetyo Hadi Menteri Sekretaris Negara mengatakan, pembentukan lembaga tersebut telah dipersiapkan sejak lama. Konsepnya terinspirasi dari sejumlah negara yang memiliki lembaga pendidikan khusus untuk menyiapkan calon pemimpin pemerintahan.
“Itu sudah kita persiapkan lama. Cuma, waktunya kan enggak pas lama. Nanti ada waktunya aku jelasin detailnya. Jadi, belajar kayak beberapa negara itu punya lembaga-lembaga pendidikan yang memang khusus mempersiapkan calon-calon pemimpin,” kata Prasetyo.
Ia mencontohkan Prancis yang sebelumnya memiliki École nationale d’administration (ENA), kemudian berubah menjadi Institut national du service public (INSP). Lembaga tersebut menjadi tempat pendidikan bagi calon pejabat pemerintahan, pimpinan badan usaha milik negara, hingga kepala daerah.
Pemerintah berharap URI dapat membekali calon pemimpin dengan kemampuan teknis dan wawasan kebangsaan yang kuat untuk mengemban amanah negara.
Dalam rangkaian pelantikan tersebut, Prabowo juga melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Sudaryono menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Sejumlah pejabat turut menghadiri pelantikan, antara lain Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Pratikno Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhaimin Iskandar Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, serta Zulkifli Hasan Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Hadir pula Sjafrie Sjamsoeddin Menteri Pertahanan, Brian Yuliarto Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prasetyo Hadi Menteri Sekretaris Negara, Agus Subiyanto Panglima TNI, dan Listyo Sigit Prabowo Kapolri. (bil/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

