Kamis, 9 April 2026

Prabowo Presiden Targetkan Indonesia Tak Impor BBM 3 Tahun Kedepan

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Prabowo Presiden menargetkan Indonesia dapat menghentikan seluruh impor bahan bakar minyak (BBM) dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan.

Prabowo Presiden menargetkan Indonesia dapat menghentikan seluruh impor bahan bakar minyak (BBM) dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan, sebagai upaya memperkuat kemandirian energi nasional.

​”Mungkin kita dua, tiga tahun lagi tidak perlu import BBM sama sekali,” kata Prabowo Presiden dalam pidatonya saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik VKTR di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026) seperti dikutip Antara.

Menurutnya target itu akan tercapai ​melalui program elektrifikasi 100 gigawatt yang diharapkan tuntas dalam dua tahun, termasuk meliputi penutupan 13 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) milik PLN yang selama ini mengonsumsi solar dalam jumlah besar.

Prabowo menilai penutupan PLTD akan menghemat konsumsi solar hingga 200 ribu barel per hari. Pengurangan penggunaan diesel dinilai dapat memangkas ketergantungan impor sebesar 20 persen, lantaran kini Indonesia masih melakukan impor BBM sebanyak satu juta barel setiap hari.

Selain itu, pemerintah turut mendorong penggunaan kendaraan listrik serta pemanfaatan sumber energi terbarukan lain seperti pengolahan kelapa sawit dan minyak jelantah menjadi avtur.

Prabowo menyebut investasi masif ini akan dialokasikan untuk pembangunan pusat-pusat pengolahan atau refinery guna mendukung transformasi tersebut. “Kita akan mandiri, kita akan kuat, kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri,” kata Prabowo.

Untuk diketahui, Prabowo meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas, di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026) hari ini, yang digadang sebagai instrumen strategis dalam mendukung transisi energi nasional dari ketergantungan fosil menuju penggunaan energi bersih.

Pemerintah berupaya memperkuat ekosistem otomotif nasional sekaligus menaikkan standar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan meningkatkan kapasitas produksi hingga mencapai 10.000 unit bus per tahun. Upaya ini akan dilakukan secara bertahap hingga menyentuh angka 80 persen.(ant/mar/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Kamis, 9 April 2026
26o
Kurs