Kamis, 5 Maret 2026

Prabowo Sampaikan Surat Dukacita atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Sugiono Menlu RI bertemu Mohammad Boroujerdi Duta Besar Iran untuk Indonesia, Rabu (4/3/2026), di Jakarta. Foto: Istimewa

Prabowo Subianto Presiden RI menyampaikan dukacita mendalam atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel, pada awal Maret 2026.

Lewat surat yang ditujukan kepada Masoud Pezeshkian Presiden Iran, RI 1 menyampaikan empati dan penghormatan Indonesia atas kepergiaan Ali Khamenei.

Teddy Indra Wijaya Sekretaris Kabinet (Seskab) mengatakan, surat resmi dari Prabowo diserahkan langsung oleh Sugiono Menteri Luar Negeri RI kepada Mohammad Boroujerdi Duta Besar Iran untuk Indonesia, di Jakarta.

Dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026), di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Seskab bilang surat itu merupakan bentuk penghormatan diplomatik dari Pemerintah Indonesia.

“Presiden Prabowo Subianto menulis surat dukacita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang gugur dalam serangan militer pada awal Maret 2026,” ujarnya.

Surat dukacita dari Prabowo Presiden disampaikan menjelang prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Kota Mashhad.

Selain mengucapkan belasungkawa lewat surat, Prabowo kata Teddy juga menegaskan komitmen Indonesia untuk terus menjaga hubungan persahabatan dan kerja sama dengan Iran.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan kesediaan Prabowo Presiden untuk jadi mediator atau juru damai konflik Iran dengan AS-Israel.

Sekadar informasi, hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran resmi dimulai pada tingkat Kedutaan pada tahun 1950. Hubungan itu kemudian meningkat jadi Kedutaan Besar pada akhir 1960.

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri RI, high level engagement dan mekanisme bilateral antara Indonesia dan Iran berjalan cukup intensif, mencakup saling kunjung kepala negara/kepala pemerintahan sejak tahun 2006.

Hubungan bilateral Indonesia-Iran berlangsung atas kepentingan bersama di bidang ekonomi, energi, dan solidaritas pada isu-isu global dan kawasan.

Selain itu, hubungan kedua negara juga terwujud melalui kolaborasi di berbagai forum internasional seperti PBB, OKI, D-8, dan BRICS.(rid/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Kamis, 5 Maret 2026
28o
Kurs