Kamis, 22 Oktober 2026

Prabowo Sebut Karhutla sebagai Terorisme Lingkungan

Laporan oleh M. Hamim Arifin
Bagikan
Prabowo Subianto Presiden membuka Sidang Kaninet Paripurna "2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri" di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Foto: Antara.

Prabowo Subianto Presiden menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diduga melibatkan sejumlah pihak, termasuk korporasi, sebagai bentuk terorisme lingkungan.

Dia memerintahkan aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan kesengajaan dalam kebakaran tersebut dan mengancam mencabut izin perusahaan yang terbukti melanggar hukum.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta hari ini, Rabu (21/10/2026).

Presiden menegaskan, Pemerintah tidak akan menganggap karhutla sebagai kejadian biasa karena dampaknya dapat membahayakan kesehatan jutaan masyarakat.

“Karena ternyata banyak korporasi ikut bertanggung jawab. Rakyat juga menangkap berbagai oknum yang sengaja membakar yang bisa kita anggap ini adalah terorisme lingkungan. Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan karena apa yang mereka lakukan membahayakan kesehatan jutaan rakyat kita,” kata Prabowo, seperti dilaporkan Antara.

Menurut Prabowo, hasil penyelidikan di lapangan menunjukkan adanya campur tangan manusia dalam sejumlah kejadian karhutla.

Dia menduga kebakaran tersebut tidak seluruhnya terjadi secara alamiah, melainkan ada pihak yang sengaja membakar lahan, termasuk kemungkinan keterlibatan sejumlah korporasi.

Untuk mendalami dugaan tersebut, Prabowo memerintahkan Kepolisian, Kejaksaan Agung, dan Kementerian Kehutanan melakukan penyelidikan dengan dukungan TNI serta Badan Intelijen Negara (BIN).

“Kita tidak boleh menganggap ini remeh, kita akan sekarang masif menangani itu, tapi kita juga akan mengusut sampai tuntas,” tuturnya.

Prabowo menegaskan, perusahaan yang terbukti melanggar hukum akan menghadapi pencabutan izin usaha. Pemerintah, kata dia, tidak akan memperlakukan kasus karhutla seperti peristiwa biasa.

Selain itu, RI 1 menyinggung kemungkinan mengungkap perusahaan asing yang terlibat dalam praktik tersebut. Ia menyampaikan hal itu saat menyinggung sejumlah negara yang dinilainya kerap merendahkan Indonesia.

“Bagi negara-negara tertentu yang suka menghina bangsa Indonesia, pada saatnya kita akan buka perusahaan-perusahaan,” kata Prabowo. (ant/ham/rid)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Kamis, 22 Oktober 2026
28o
Kurs