Cuaca di sebagian besar wilayah Jawa Timur (Jatim) pada Rabu (8/7/2026) diprakirakan didominasi kondisi cerah.
Meski demikian, masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi udara kabur pada pagi, malam, hingga dini hari, serta peluang berawan tebal pada siang hingga sore.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda yang diterima suarasurabaya.net, cuaca cerah diprakirakan berlangsung sejak pagi.
Namun, pada periode siang hingga sore, sejumlah wilayah diprakirakan mengalami peningkatan tutupan awan hingga berawan tebal.
Memasuki malam hari hingga dini hari, kondisi cuaca diprakirakan kembali cerah dengan peluang munculnya udara kabur di beberapa daerah.
BMKG Juanda juga mencatat suhu udara di Jawa Timur berada pada kisaran 8 hingga 35 derajat Celsius. Sementara tingkat kelembapan udara diprakirakan berkisar antara 29 hingga 100 persen.
Untuk kondisi angin, BMKG memprakirakan bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan antara 5 hingga 38 kilometer per jam.
Sementara itu, BMKG Maritim Tanjungperak juga mengeluarkan prakiraan kondisi cuaca maritim Jawa Timur yang berlaku mulai Rabu (8/7/2026) pukul 07.00 WIB selama 24 jam.
Di wilayah Laut Jawa bagian timur, cuaca diprakirakan cerah berawan dengan angin dominan bertiup dari tenggara berkecepatan maksimum 31 knot atau sekitar 57 kilometer per jam. Tinggi gelombang diperkirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter.
Untuk wilayah Selat Madura, cuaca diprediksi cerah. Angin bertiup dominan dari tenggara dengan kecepatan maksimum mencapai 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam. Tinggi gelombang diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,3 meter.
Adapun di perairan selatan Jawa Timur, cuaca diprakirakan cerah berawan. Angin bertiup dominan dari arah timur dengan kecepatan maksimum 27 knot atau sekitar 50 kilometer per jam. Gelombang laut diprediksi mencapai 1,3 hingga 2,6 meter.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, operator transportasi laut, dan pengguna jasa pelayaran, untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca dan kondisi gelombang sebelum beraktivitas di laut guna mengantisipasi potensi perubahan cuaca. (saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

