Kamis, 24 September 2026

Presiden Kumpulkan Akademisi di Istana, Bahas Penanganan Lahan Gambut

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
YKAN: Restorasi gambut kurangi emisi GRK hingga 172 juta ton CO2 Ilustrasi - Lahan gambut di Kalimantan Timur yang berbatasan dengan perkebunan kelapa sawit. Foto : Antara

Pada kesempatan itu, Kepala Negara menekankan pentingnya penanganan persoalan gambut secara menyeluruh, dengan melibatkan para pakar, akademisi, serta lembaga penelitian.

Menurut Seskab, pelibatan para pakar dan akademisi menjadi bagian dari upaya Pemerintah untuk memperkuat kebijakan berbasis pengetahuan dalam menangani persoalan lahan gambut.

Masukan dari berbagai bidang keilmuan selanjutnya bisa menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan yang menyeluruh.

Sekadar informasi, lahan gambut merupakan ekosistem lahan basah yang terbentuk dari penumpukan sisa tumbuhan kemudian membusuk secara tidak sempurna dalam kondisi jenuh air.

Proses tersebut berlangsung dalam waktu lama hingga membentuk lapisan tanah organik dengan ketebalan yang beragam. Indonesia sendiri memiliki kawasan gambut yang tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Papua.

Lahan gambut mudah terbakar pada musim kemarau karena kandungan airnya hilang, dan berubah menjadi bahan organik kering seperti bahan bakar padat.(rid/bil/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Kamis, 24 September 2026
28o
Kurs