Sabtu, 7 Maret 2026

Puluhan Disabilitas Dapat Pelatihan UMKM dari Ikatan Alumni UI Jatim

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Program ramadan giving berupa pelatihan UMKM untuk disabilitas Jatim yang digrlar oleh Ikatan Alumni UI Jatim di Surabaya, pada Sabtu (7/3/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Sebanyak 25 disabilitas dari Surabaya, Sidoarjo, dan Kediri mendapat pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) wilayah Jatim di Surabaya, pada Sabtu (7/3/2026).

Anung R. Hascaryo Ketua Iluni UI Jatim mengatakan, pelatihan bertajuk “Ramadan Giving ILUNI UI Jatim 2026: Pemberdayaan UMKM Disabilitas Surabaya Melalui Pelatihan Good Manufacturing Practices (GMP)” itu merupakan upaya dalam mendukung keberlanjutan usaha yang dijalankan penyandang disabilitas.

“UMKM yang terlibat sudah menghasilkan banyak produk, seperti makanan dan minuman, batik, suvenir, tas, dan produk fashion,” katanya.

Pelatihan digelar dengan konsep ramah disabilitas, dilengkapi penerjemah, alat bantu, serta menonjolkan sisi humanis dalam berbisnis dan berfokus pada sistem kerja yang optimal dan efisien.

“Kami berupaya membuat acara yang inklusif bagi semua orang dan memberikan bantuan yang tepat sasaran,” ujarnya.

Selain mendapat pelatihan UMKM, peserta juga mendapat bantuan uang tunai dengan nilai total Rp25 juta.

Setelah pelatihan tuntas, para disabilitas juga berkesempatan menjajakan produk mereka di hadapan anggota ILUNI Jatim.

“Upaya kami memberdayakan UMKM tidak akan berhenti di sini saja. Salah satu misi kami adalah pemberdayaan potensi Jatim oleh Alumni UI Jatim untuk pembangunan berkelanjutan yang berdampak nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Indah Nur dan Azwar Ipung disabilitas tuna netra yang memiliki usaha kopi mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan tersebut. Pihaknya ingin, lewat pelatihan itu bisa upgrade skill dan menambah luas jangkauan pembeli.

“Sangat positif untuk disabilitas, sangat mendukung. Dari pelatihan ini harapannya ingin ditingkatkan dari segi marketingnya, untuk menambah pasar,” ucap Indah.

Wida Ranti, orang tua Ahmad Farhan disabilitas tuna rungu yang memiliki keahlian membatik, juga mengatakan bahwa pelatihan tersebut sangat bermanfaat bagi perkembangan bisnisnya.

“Bermanfaat, termasuk untuk lebih menjangkau lebih luas pasar lagi,” pungkasnya. (ris/saf/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Sabtu, 7 Maret 2026
25o
Kurs