Irjen Pol Agus Suryonugroho Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri mengatakan, pihaknya masih memantau kondisi lalu lintas mudik Lebaran 2026, khususnya terkait kebutuhan penerapan skema rekayasa lalu lintas satu arah (one way) nasional.
“Jadi, sudah kami rencanakan sesuai rapat koordinasi, dan tentunya update daripada data lalin, traffic counting dan parameter-parameter yang sudah ada rumusnya,” ujarnya, di kilometer 29 Tol Jakarta-Cikampek, Kamis (19/3/2026) dini hari.
Kakorlantas Polri memperkirakan, sudah 42 persen dari sekitar 3,5 juta kendaraan yang meninggalkan Jakarta untuk mudik 2026.
“Masih diperkirakan karena kan update-nya masih besok jam 06.00 ya. Tapi sudah hampir 42 persen yang sudah tinggalkan Jakarta,” imbuhnya.
Walau sudah memperkirakan puncak arus mudik Lebaran tahun ini terjadi tanggal 18 Maret 2026, Kakorlantas Polri menegaskan pihaknya terus memantau kepadatan volume kendaraan.
“Kalau dibandingkan kemarin, kalau kemarin itu 221.000 dan malam ini proyeksinya adalah 250 ribuan. Ini masih kami tunggu (data volume kendaraan) nanti jam 06.00 pagi. Saya lihat kami berada di lapangan tadi memang sedikit padat tetapi masih jalan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kakorlantas Polri menerapkan skema one way nasional mulai kilometer 70 Tol Cikatama sampai kilometer 414 Tol Kalikangkung. Sedangkan penerapan lanjutan bakal memantau kondisi lalu lintas di lapangan.
“Rekayasa lalu lintas itu sudah diawali tanggal 17 kemarin, kami sudah melakukan contra flow, dan kami sudah melakukan one way sepenggal tahap pertama dari kilometer 70 sampai sampai 263. Hari ini tadi sudah di flag off untuk arus mudik one way nasional,” pungkasnya.(lea/rid)
NOW ON AIR SSFM 100
