Peserta yang membutuhkan kacamata baca mendapatkan kacamata secara gratis, sedangkan mereka yang ditemukan memiliki gangguan mata dan membutuhkan penanganan lebih lanjut dicatat dan diarahkan ke fasilitas pelayanan kesehatan yang sesuai.

Sutjipto melanjutkan, skrining juga penting karena gangguan penglihatan dapat berdampak terhadap produktivitas, bukan hanya bagi orang yang mengalami gangguan mata tetapi juga anggota keluarga yang harus mendampinginya.
“Jadi operasi katarak kalau dilakukan, satu operasi katarak pada seseorang membuat dua produktivitas. Karena yang satu itu mesti ngerawat orang yang buta pasti tergantung. Ketika ini kebutaannya bisa teratasi, orang yang dioperasi itu juga bisa beraktivitas kembali, yang jaga ini juga bisa produktif lagi,” ujarnya.
Upaya mengatasi kebutaan, sambungnya, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya tenaga kesehatan, tetapi juga masyarakat dan elemen lain yang dapat membantu menemukan gangguan penglihatan dan mengarahkan masyarakat mendapatkan pelayanan.

NOW ON AIR SSFM 100

